Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Madiun Maidi menekankan pentingnya standar kebersihan dan sanitasi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) tidak hanya bertugas menyajikan ribuan porsi makanan.
Tetapi juga wajib menjaga kualitas pengolahan agar terhindar dari risiko keracunan.
“Dari hari pertama sampai hari ke-30 bahkan seterusnya, standar itu harus terjaga. Kalau ada yang kurang higienis, langsung saya ingatkan. Jangan sampai masalah kecil berkembang menjadi keracunan massal,” tegas Maidi usai meninjau salah satu dapur MBG, Rabu (1/10).
Pemantauan dilakukan mulai dari kebersihan dapur, sanitasi, hingga kandungan gizi menu.
Pemkot juga melibatkan Dinas Kesehatan untuk memastikan makanan sesuai standar.
Saat ini, enam dapur MBG telah beroperasi dari total 16 yang ditargetkan, dengan kapasitas melayani sekitar 18 ribu siswa per hari.
Secara keseluruhan, MBG di Kota Madiun ditujukan untuk mencakup 51 ribu siswa.
Maidi menegaskan, program MBG merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat bagi masyarakat.
“Ini bentuk perhatian Pak Prabowo. Kita harus bersyukur ada program seperti ini. Tugas kami menjaga kualitasnya agar anak-anak tetap sehat dan orang tua tenang,” imbuhnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto