Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Maidi Minta RSUD Kota Madiun Adaptif dan Cepat Berinovasi, Genjot Pembaruan SDM dan Sistem Digital

Hengky Ristanto • Selasa, 7 Oktober 2025 | 15:24 WIB
Wali Kota Madiun Maidi bersama Wawali F Bagus Panuntun dan Sekda Soeko Dwi Handiarto saat membina pegawai RSUD Kota Madiun untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang adaptif dan modern.
Wali Kota Madiun Maidi bersama Wawali F Bagus Panuntun dan Sekda Soeko Dwi Handiarto saat membina pegawai RSUD Kota Madiun untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang adaptif dan modern.

Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Maidi menegaskan RSUD Kota Madiun harus terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi dan sistem kesehatan.

Rumah sakit pelat merah itu dituntut adaptif agar mampu memberikan pelayanan cepat dan berkualitas.

“RSUD Kota Madiun harus dinamis. Perubahan terjadi setiap detik, setiap jam. Baik dari sisi teknis kesehatan, obat, maupun teknologi,” ujar Maidi saat memberikan pembinaan kepada pegawai RSUD Kota Madiun, kemarin (6/10).

Maidi menekankan pentingnya pembaruan di semua lini pelayanan.

Mulai dari data pasien, ketersediaan obat, hingga sistem teknologi penunjang medis.

“Tidak boleh sekadar copy paste dari tahun ke tahun. Semua harus berbasis data terbaru,” tegasnya.

Mulai 2026, pemkot akan memantau perkembangan rumah sakit secara berkala.

Evaluasi dilakukan menggunakan data real time, termasuk efektivitas obat dan jumlah pasien.

“Kita lihat obat yang digunakan masih layak atau sudah ada penggantinya. Semua harus update,” jelasnya.

Maidi menilai, pelayanan kesehatan yang adaptif berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Orang datang ke rumah sakit dalam kondisi susah. Kalau pelayanannya cepat dan pasien segera sembuh, mereka bahagia. Kalau banyak yang sakit dan tak segera pulih, ekonomi daerah bisa terganggu,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Madiun dr Muhammad Nur, Sp.OG menyebut peningkatan mutu layanan dan kemudahan akses menjadi prioritas utama.

“Mutu pelayanan minimal harus tetap, bahkan kalau bisa meningkat. Akses layanan juga harus dijaga,” ujarnya.

Pembinaan sumber daya manusia (SDM) dilakukan secara berkala untuk memperbarui kompetensi tenaga kesehatan.

“Kalau SDM-nya tangguh dan kompeten, otomatis kualitas layanan meningkat,” tambahnya.

Inovasi digital juga terus dikembangkan.

RSUD kini menerapkan sistem electronic medical record agar pasien tak perlu antre lama di lobi.

“Sekarang bisa langsung daftar di poli masing-masing. Lebih cepat dan efisien,” terang dr Nur.

Selain itu, sistem resep digital mempersingkat waktu tunggu obat.

Begitu dokter menulis resep, bagian farmasi langsung menyiapkannya.

RSUD juga menghadirkan layanan Pendekar Obat, program pengantaran obat langsung ke rumah pasien.

“Pasien tidak perlu menunggu lama di rumah sakit. Obatnya kami antar,” ujarnya.

Pelatihan budaya mutu dan pelayanan ramah pasien juga rutin digelar.

“Kami libatkan pihak ketiga untuk membina pegawai agar pelayanan kesehatan semakin baik,” tutupnya.

Editor : Hengky Ristanto
#pelayanan publik madiun #kota madiun #layanan kesehatan digital #RSUD Kota Madiun #Pendekar Obat #Inovasi Pelayanan #Wali Kota Maidi #SDM kesehatan