Jawa Pos Radar Madiun – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Madiun, Jumat (17/10), menimbulkan kerusakan cukup parah.
Berdasarkan hasil asesmen BPBD, tercatat 28 pohon tumbang dan tiga rumah roboh di beberapa titik.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Wahyudi mengatakan, pendataan dan perhitungan kerugian masih dilakukan bersama kelurahan terdampak.
’’Belum bisa kami pastikan jumlah kerugian keseluruhan karena masih dihitung. Pohon tumbang tidak masuk perhitungan kerusakan materiil,’’ ujarnya, kemarin (19/10).
Sedikitnya tujuh rumah mengalami kerusakan atap.
Masing-masing di Jalan Sarimulya Rejomulyo, Jalan Sri Rejeki, Jalan Sri Utomo Sukosari, Kolam Pemancingan Joglo Palereman Kelun, Jalan Asmara Dana Sogaten, Jalan Tawangsari Tawangrejo, dan Jalan Borobudur Gg 2 Madiun Lor.
Sementara tiga rumah roboh tertimpa pohon berada di Jalan Ring Road Barat Patihan, SDN Ngegong Jalan Keningar, dan Jalan Apotik Hidup Ngegong.
BPBD menyalurkan bantuan logistik darurat berupa terpal, selimut, dan bahan pokok sehari setelah kejadian.
Sementara bantuan uang tunai disalurkan lewat mekanisme pengajuan dari kelurahan ke wali kota sebelum diteruskan ke BPBD.
’’Nominalnya disesuaikan dengan tingkat kerusakan. Tidak ada batas minimal atau maksimal,’’ jelas Wahyudi.
Pasca kejadian, tim gabungan bersama relawan melakukan kerja bakti membersihkan puing rumah dan ranting pohon.
Patroli bencana ditingkatkan, terutama di wilayah rawan banjir seperti Tawangrejo, Kelun, dan Pilangbango.
Wahyudi mengimbau warga tetap waspada menghadapi musim hujan.
’’Jaga kebersihan lingkungan, jangan buang sampah ke sungai agar aliran air tidak tersumbat,’’ pesannya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto