Jawa Pos Radar Madiun – Keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Madiun terus bertambah.
Terbaru, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke-9 diresmikan di Oro-oro Ombo, lokasi bekas pasar ikan, kemarin (5/11).
SPPG baru tersebut melayani 2.991 siswa dari 16 sekolah di sekitar wilayah Oro-oro Ombo.
Operasional perdana dimulai hari ini dengan menyiapkan 1.088 ompreng berisi menu ayam katsu, nasi, tumis sayur, tahu krispi, dan jeruk.
Kepala SPPG Oro-oro Ombo Alvin Widianto Pratama mengatakan, seluruh proses pengolahan makanan dijalankan sesuai standar kebersihan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami menjaga sterilitas dan sanitasi sesuai SOP. Semua relawan dilatih agar bekerja sesuai prosedur. Saat ini kami juga tengah mengajukan izin SLHS,” ujarnya.
Usai prosesi peresmian, Wali Kota Madiun Maidi memuji fasilitas dapur baru itu.
“SPPG Oro-oro Ombo bagus dan layak. Peralatan, tempat, dan kebersihannya sangat baik. Tidak asal-asalan seperti dapur yang catnya saja buruk dan tidak memenuhi syarat,” tegasnya.
Maidi menyebut, dari sembilan dapur MBG yang beroperasi, tiga di antaranya dinilai sudah memenuhi standar.
Yakni SPPG Oro-oro Ombo, Ciliwung (Kelurahan Taman), dan Minak Kuncar (Kelurahan Winongo).
“Yang penting, makanan untuk anak-anak harus benar-benar bergizi. Program MBG ini bagian dari persiapan bonus demografi menuju generasi emas,” lanjutnya.
Dia juga menekankan pentingnya pengelolaan IPAL di setiap dapur MBG agar tidak mencemari lingkungan.
“Kalau limbahnya disedot terus, lama-lama bisa mencemari. Dapur sehat ini untuk jangka panjang, jadi harus diperhatikan,” ujarnya.
Selain itu, Maidi membuka peluang pemanfaatan aset daerah tak terpakai untuk mendukung program MBG.
“Bekas pasar ikan ini kami ubah jadi dapur sehat. Aset kosong lain juga bisa dimanfaatkan, tentu tetap memberikan kontribusi PAD. Khusus Oro-oro Ombo, nilainya Rp128 juta,” ungkapnya.
Untuk memperkuat pengawasan, Maidi berencana memasang CCTV di seluruh dapur MBG.
“Kalau jam 11 belum masak, nanti saya cek dari HP. Semua akan terpantau agar kualitas tetap terjaga,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto