Jawa Pos Radar Madiun – Pengembangan industri kreatif desa kembali mendapatkan dorongan positif. Tim Politeknik Negeri Madiun (PNM) memperkenalkan inovasi teknologi berupa Mesin CNC Ukir Kayu dengan Sistem Pengaturan Tekanan Otomatis bagi pemuda pengrajin di Desa Bantur, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat, didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun pendanaan 2025.
Program berlangsung sejak Agustus hingga November 2025 di bengkel Karang Taruna Rajawali 56, melibatkan tim dosen PNM yang diketuai Deni Nur Fauzi, S.T., M.T., dengan anggota Eva Mirza Syafitri, S.T., M.T. dan Yoga Ahdiat Fakhrudi, S.T., M.T.
Sejumlah mahasiswa dari jurusan teknik serta administrasi bisnis turut mendukung kegiatan lapangan.
Karang Taruna Rajawali 56 menjadi mitra utama program ini, bersama Pemerintah Desa Bantur dan para pengusaha mebel lokal.
Melalui program ini, tim PNM menerapkan teknologi CNC yang mampu menyesuaikan tekanan pahat secara otomatis sesuai tingkat kekerasan kayu.
Sistem otomatis tersebut meningkatkan presisi ukiran, mempercepat proses produksi, serta mengurangi limbah kayu yang selama ini belum termanfaatkan optimal.
“Selama ini para perajin masih mengandalkan teknik manual sehingga waktu produksi cukup lama dan hasilnya tidak konsisten. Dengan mesin CNC otomatis ini, kami berharap kualitas produk meningkat dan nilai ekonominya bertambah,” ujar Deni Nur Fauzi.
Selain memperkenalkan teknologi, tim juga memberikan pelatihan desain digital menggunakan perangkat lunak CAD/CAM serta pelatihan pemasaran online.
Produk-produk hasil CNC kini mulai dipasarkan melalui berbagai platform e-commerce, seperti Tokopedia dan Shopee, sehingga jangkauan pemasaran semakin luas.
Program ini juga sejalan dengan agenda nasional pengembangan ekonomi hijau, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan pemuda desa.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) PNM.
Pemerintah Desa Bantur menyampaikan apresiasi atas kontribusi kampus dalam menghadirkan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan kapasitas produksi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan serah terima satu unit mesin CNC ukir kayu otomatis kepada Karang Taruna Rajawali 56. Melalui penandatanganan nota kesepahaman, kedua pihak sepakat menjalin kerja sama lanjutan untuk memperkuat industri kreatif berbasis limbah kayu di Desa Bantur. (*)
Editor : Mizan Ahsani