Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun kembali mencatat prestasi di tingkat nasional.
Kali ini lewat program Integrated Sustainable Indonesia Movement (I-SIM) 2025 yang digelar Apeksi bersama PT Surveyor Indonesia.
Dari 82 daerah peserta, Kota Madiun berhasil menembus Top 5 Nasional dan mengikuti penjurian lanjutan untuk menentukan tiga besar.
Wali Kota Madiun Maidi hadir langsung dalam sesi penjurian di Aula Graha Surveyor Indonesia, Jakarta, Senin (17/11).
Kota Pendekar mengusung inovasi Sekolah Lapangan Pertanian dan Perikanan Berkelanjutan (Selapanan) sebagai unggulan. Inovasi ini dinilai mampu menjawab keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan.
“Keterbatasan lahan bukan masalah di Kota Madiun. Kalau SDM berkualitas, hasilnya juga akan baik. Karena itu, SDM kita perkuat,” ujar Maidi.
Program Selapanan melibatkan petani, peternak, mahasiswa, hingga santri untuk belajar dan berlatih meningkatkan produktivitas panen.
Tidak hanya teori, peserta juga dibekali praktik langsung seperti pengendalian hama padi, budidaya bawang merah, hingga teknologi bioflok pada perikanan.
“Melalui inovasi ini diharapkan terwujud swasembada pangan meski dengan keterbatasan lahan,” tambahnya.
Luas lahan pertanian di Kota Madiun saat ini hanya 884 hektare, tersebar di Kartoharjo 377 hektare, Manguharjo 291 hektare, dan Taman 216 hektare.
Produksi padi tahun 2024 mencapai 12.610,42 ton.
Pemkot juga rutin menambah subsidi pupuk sekitar Rp 2 miliar per tahun untuk mendukung petani.
Penjurian berlangsung ketat dengan durasi penyampaian hanya 30 menit. Kendati begitu, Maidi tetap optimistis.
“Waktunya terbatas, tapi kami yakin bisa masuk tiga besar,” pungkasnya. (err/her)