Jawa Pos Radar Madiun – Kasus hipertensi dan diabetes melitus di Kota Madiun terus meningkat.
Data Dinkes-PPKB mencatat lebih dari 13 ribu kunjungan pasien hipertensi dan 6 ribu pasien diabetes setiap tahun.
Kondisi itu direspons Wali Kota Maidi dengan meresmikan Kampung Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kelurahan Banjarejo, Kamis (20/11).
Maidi menyebut angka hipertensi di Kota Madiun cukup tinggi sehingga perlu edukasi dan pendampingan terarah.
Kampung PTM menyediakan menu khusus penderita hipertensi, aktivitas olahraga, hingga kafe sehat.
‘’Siapa saja yang hipertensinya tinggi, silakan datang ke kampung hipertensi,’’ ujarnya.
Pemkot juga menghadirkan narasumber dari UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional Tawangmangu yang dinilai sukses mengembangkan tanaman herbal untuk pencegahan hipertensi dan diabetes.
‘’Kafe di kampung ini menyajikan makanan yang tidak menimbulkan hipertensi, bahkan menurunkannya,’’ imbuh Maidi.
Kadinkes-PPKB Kota Madiun dr Denik Wuryani menjelaskan Kampung PTM menjadi pilot project pengendalian penyakit tidak menular berbasis pemberdayaan masyarakat.
Edukasi diarahkan pada pemanfaatan pekarangan dengan tanaman obat keluarga (toga).
Sebanyak 35 RT di Kelurahan Banjarejo mendapat bibit toga karena wilayah tersebut mencatat kasus hipertensi tertinggi.
Setiap RT menerima 10 jenis tanaman dengan total sekitar 80 bibit.
‘’Toga ini dibudidayakan agar warga dapat memanfaatkannya untuk mencegah PTM, terutama hipertensi dan diabetes,’’ jelas Denik. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto