Jawa Pos Radar Madiun – Digitalisasi pendidikan di Kota Madiun melaju semakin cepat.
Sebanyak 153 Interactive Flat Panel (IFP) mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari program pembelajaran digital sesuai Instruksi Presiden (Inpres) 7/2025.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengatakan digitalisasi pembelajaran sebenarnya sudah berlangsung lama sebelum program nasional ini digulirkan.
Seluruh SMP negeri telah menggunakan smart TV dan platform pembelajaran elektronik secara berkala.
“Tidak hanya saat ada tamu. Semua sekolah sudah masif melaksanakan digitalisasi pembelajaran,” ujarnya, Rabu (3/12).
Distribusi IFP memperluas fasilitas digital tersebut.
Dari 153 lembaga, 54 sekolah sudah menerima smart TV yang meliputi 91 TK, 13 satuan PAUD sejenis (SPS), 45 kelompok bermain (KB), dan 4 tempat penitipan anak (TPA).
Sementara 68 SD—52 negeri dan 16 swasta—masih menunggu verifikasi kesiapan dari Kemendikdasmen.
Lismawati menjelaskan, IFP berukuran 75 inci ini berfungsi sebagai papan digital berbasis android.
Guru dapat menampilkan materi, gambar, maupun video secara langsung sehingga proses belajar menjadi interaktif.
“Perangkat sudah aman digunakan. Guru-guru yang sudah mampu mengoperasikan turut membantu menyebarkan pengetahuan ke rekan lainnya,” terangnya.
Ia memastikan seluruh perangkat akan dimanfaatkan optimal.
“Tidak ada barang yang tidak terpakai. Kami kawal agar pembelajaran digital terus meningkat,” tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto