Jawa Pos Radar Madiun – SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun akhirnya buka suara terkait dugaan kekerasan yang menimpa salah satu siswanya.
Kepala SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun, Agus Supriyono, menyatakan penyesalan atas insiden yang terjadi Selasa (2/12) malam tersebut.
Dari pemeriksaan internal, pihak sekolah mendapati 10 siswa yang diduga terlibat pemukulan. Mereka berasal dari kelas XII.
’’Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Ada sepuluh siswa yang diduga terlibat,’’ ujar Agus, Kamis (4/12).
Sekolah telah meminta keterangan dari para siswa serta menjatuhkan sanksi disiplin sesuai ketentuan.
Orang tua terduga pelaku juga akan dipanggil untuk mendapatkan penjelasan dan pendampingan lanjutan.
Agus menyebut pihak sekolah telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.
Ia menegaskan komitmen sekolah menjaga lingkungan belajar yang aman bagi seluruh taruna–taruni.
’’Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi kami,’’ tuturnya.
Lebih lanjut, sekolah memastikan tidak akan menghambat proses hukum yang ditempuh keluarga korban.
Pihaknya menyatakan siap bekerja sama dengan kepolisian agar penanganan kasus berjalan transparan.
’’Kami menghormati laporan yang telah disampaikan kepada pihak berwajib dan akan mengikuti seluruh proses sesuai ketentuan,’’ jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun berkomitmen memperketat pengawasan serta memperkuat pembinaan kedisiplinan.
’’Pengawasan akan kami optimalkan agar peserta didik merasa aman dan terlindungi,’’ pungkas Agus. (her)
Editor : Hengky Ristanto