Jawa Pos Radar Madiun – Persiapan menghadapi masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Terminal Purboyo terus dimatangkan.
Pemkot Madiun melalui Dinkes-PPKB menggencarkan pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi, terutama sopir bus reguler AKAP–AKDP, serta pelaku transportasi lain yang berada di kawasan terminal.
Kepala Terminal Purboyo Madiun Ali Imron Haryadi mengatakan pemeriksaan ini menyasar beragam profesi di lingkungan terminal.
“Jadi, ini kan sudah mendekati kegiatan Nataru ya. Kami kerja sama dengan dinkes, untuk melakukan cek kesehatan, terutama untuk para sopir. Tapi juga ada sebagian dari komunitas terminal, seperti sopir taksi, ojek, dari kios makanan, dan pedagang asongan maupun agen,” jelasnya, kemarin (10/12).
Ali menegaskan pemeriksaan bertujuan memastikan seluruh pengemudi dalam kondisi prima sebelum mengangkut penumpang.
“Kami ingin pastikan (penumpang) yang terangkat dari sini ini benar-benar safe ya,” ujarnya.
Selain kesehatan, kesiapan teknis armada juga dipantau.
Sehari sebelumnya, Ditlantas Polda Jatim melakukan ramp check pada sejumlah bus yang masuk ke terminal.
“Mereka juga sekaligus ingin memastikan berapa persis armada tambahan untuk masa Nataru,” kata Imron.
Pihak terminal telah berkoordinasi dengan paguyuban operator bus untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Mulai arus balik nanti, kemungkinan ada armada tambahan. Tapi khususnya untuk non ekonomi. Non ekonomi itu interpretasinya atau base jurusan Jakarta,” terangnya.
Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 4 Januari.
“Kami pastikan masyarakat yang berangkat dari sini, khususnya untuk arus balik, tidak akan terlantar untuk penumpang nantinya,” ujarnya.
Meski begitu, jumlah armada tambahan masih bersifat dinamis.
“Saya di sini kan juga baru ya. Kalau di tempat-tempat lain kayak sebelumnya saya di Ngawi itu sekitar 50 armada yang kita siapkan,” katanya.
Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan melibatkan petugas Dinkes-PPKB, Satresnarkoba Polres Madiun Kota, dan Satpel Terminal Purboyo.
Kabid Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan drg. Priyo Raharjo menyebut pemeriksaan menyasar kru, pedagang, hingga pekerja terminal.
“Kami kolaborasi dengan instansi sektor untuk pemeriksaan kesehatan, untuk kru bus. Kemudian ada dari objek makanan juga untuk cek kesehatan terkait urin, narkoba, dan juga tensi,” ujarnya.
Priyo menegaskan kondisi pengemudi yang fit sangat penting untuk keselamatan perjalanan.
“Gunanya biar perjalanan Bapak Ibu atau pengendara bus itu bisa aman dan nyaman dengan kondisi yang sehat. Terutama driver. Kalau sehat, insyaallah perjalanan juga aman,” katanya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tensi tinggi menjadi temuan paling dominan.
“Biasanya tensi tinggi. Karena kadang supir punya mobilisasi yang luar biasa. Itu cenderung membuat tensinya lebih tinggi. Jadi kadang-kadang kalau tensi tinggi mesti lihat sebentar,” jelasnya.
Pemeriksaan dilakukan lengkap dengan berbagai parameter.
“Pemeriksaannya pagi hari ini untuk tes darah, tes tensi, periksa urin untuk narkoba, dan tes kadar alkohol. Seperti itu,” tuturnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto