Jawa Pos Radar Madiun – Harapan Madiun Putra FC (MPFC) mencuri poin di laga perdana Grup G Liga 4 Piala Gubernur Jatim 2025 kandas.
Bermain di Stadion Ngronggo Sport Center, Kediri, Blue Force tumbang 0–2 dari Inter Pemuda Kediri, Kamis (11/12) sore.
Tuan rumah memastikan kemenangan lewat dua gol cepat.
Eks striker Persik Kediri Qischil Gandrum Minny membuka skor pada menit ke-27.
Disusul Roger Bichario yang menggandakan keunggulan di menit ke-43.
Kekalahan ini membuat langkah MPFC untuk lolos fase grup makin berat.
Meski kalah, Manajer MPFC Unggul Akbar Mustaqqien justru lebih menyoroti kepemimpinan wasit Riyadussolihin.
Ia menilai sejumlah keputusan krusial merugikan timnya.
Salah satu yang dipersoalkan adalah anulir gol Adidha Cahyono Putro pada menit ke-81.
Wasit menganggap terjadi offside. “Padahal itu jelas bukan offside,” tegas Unggul.
Kontroversi lain terjadi saat pemain Inter Pemuda Kediri melakukan handball di kotak penalti.
Namun wasit tak memberi hadiah penalti.
“Di tayangan ulang terlihat sangat jelas handball. Kami kecewa dengan wasit,” keluhnya.
MPFC telah melaporkan keputusan wasit ke Asprov PSSI Jatim.
Bukti rekaman video pertandingan dan surat pernyataan resmi turut dilampirkan.
“Kami berharap pemimpin pertandingan berikutnya bisa lebih adil,” imbuh Unggul.
Meski kecewa, MPFC enggan larut terlalu lama.
Joko Tutuko dkk akan menjalani recovery sebelum menghadapi Perseta 1970 pada Sabtu besok (13/12).
“Evaluasi saya serahkan pada coach Rendi. Target kami: dua laga terakhir harus sapu bersih,” tandas Unggul.
Editor : Hengky Ristanto