Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Siskohat Gangguan Nasional, Pelunasan Bipih Dua CJH Kota Madiun Tertunda

Erlita H • Rabu, 24 Desember 2025 | 20:30 WIB
Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Madiun Datik Ardiyah
Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Madiun Datik Ardiyah

Jawa Pos Radar Madiun — Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap pertama bagi calon jemaah haji (CJH) Kota Madiun resmi ditutup kemarin (23/12) sore.

Hingga batas akhir, sebanyak 171 jemaah telah melunasi Bipih dari total 173 jemaah yang dinyatakan istitaah.

Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Madiun Datik Ardiyah menjelaskan, masih terdapat dua jemaah istitaah yang belum melunasi Bipih akibat gangguan aplikasi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang terjadi secara nasional.

“Selisih dua jemaah itu kemungkinan hari ini. Namun aplikasi Siskohat sedang mengalami gangguan secara nasional,” ujar Datik.

Menurutnya, kendala teknis tersebut membuat dua jemaah diarahkan mengikuti pelunasan Bipih tahap kedua.

Sesuai jadwal, pelunasan tahap kedua akan dibuka mulai 3 Januari 2026.

Secara keseluruhan, kuota jemaah haji reguler Kota Madiun tahun 2026 sebanyak 210 orang.

Dari jumlah tersebut, 173 jemaah telah dinyatakan istitaah, dengan rincian 171 jemaah telah melunasi Bipih, sementara 39 jemaah lainnya belum melakukan pelunasan.

Datik merinci, dari 39 jemaah yang belum melunasi, lima di antaranya merupakan jemaah lansia yang tidak istitaah.

Terdiri dari tiga jemaah meninggal dunia, satu jemaah lansia dengan kondisi sakit berat, serta satu jemaah yang mengalami demensia.

Selain itu, terdapat 20 jemaah yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan, mulai faktor ekonomi hingga tidak lolos pemeriksaan istitaah kesehatan.

“Lima jemaah lansia tersebut belum mengajukan pembatalan secara resmi. Sehingga di sistem masih tercatat. Pusat belum berani menghapus karena belum ada pengajuan dari ahli waris,” jelas Datik.

Dia memastikan, tidak ada jemaah lansia yang tidak istitaah diberangkatkan pada musim haji 2026.

Karena itu, Kemenhaj Kota Madiun terus melakukan pendampingan dan sosialisasi agar jemaah memahami seluruh tahapan pelunasan.

Sementara itu, pelunasan Bipih tahap kedua juga diperuntukkan bagi jemaah cadangan serta pengajuan penggabungan keluarga.

Hingga saat ini, tercatat 20 jemaah mengajukan penggabungan.

“Banyak jemaah cadangan memilih menunda karena ragu tidak berangkat bersama kloter Kota Madiun atau belum siap secara ekonomi. Ada juga yang menunggu proses penggabungan,” pungkas Datik. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pelunasan Bipih #istitaah haji #Haji 2026 #kemenhaj kota madiun #siskohat gangguan #bipih tahap kedua #madiun #calon jemaah haji madiun