Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Inovasi Anting Emas Antar Kader Posyandu Madiun Raih Prestasi Provinsi

Erlita H • Senin, 29 Desember 2025 | 18:00 WIB
BERPRESTASI: Putri Melinda, kader posyandu Kelurahan Pangongangan, Kota Madiun, penerima penghargaan kader kesehatan berprestasi tingkat Jawa Timur 2025. FOTO: ISTIMEWA
BERPRESTASI: Putri Melinda, kader posyandu Kelurahan Pangongangan, Kota Madiun, penerima penghargaan kader kesehatan berprestasi tingkat Jawa Timur 2025. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – Kerja senyap Putri Melinda di lini kesehatan masyarakat akhirnya berbuah pengakuan.

Kader posyandu asal Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, itu dinobatkan sebagai kader kesehatan berprestasi tingkat Provinsi Jawa Timur 2025.

Perempuan 38 tahun yang juga menjabat Kepala Pos Kesehatan Keluarga (Poskeskel) Pangongangan tersebut mengembangkan inovasi kesehatan sejak 2018.

Program yang dirintisnya kini tak hanya berdampak di tingkat kelurahan, tetapi juga dilirik pemerintah pusat sebagai contoh nasional.

Putri menekankan kekuatan kolaborasi sebagai kunci utama.

Di Pangongangan, enam posyandu bergerak bersama, melibatkan 26 RT dan sembilan RW.

Sinergi diperkuat dukungan Puskesmas Ngegong, kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Proses seleksi kader berprestasi berlangsung sekitar empat bulan, sejak Juni hingga September 2025.

Putri melewati tahapan penilaian mulai tingkat kota, provinsi, hingga nasional.

Meski belum meraih juara nasional, dia tetap dipercaya menjadi perwakilan Jawa Timur dan menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan.

Inovasi unggulan yang mengantarkannya ke level provinsi bertajuk Anting Emas, singkatan dari Asisten Anting dengan Enam Inovasi.

Program ini difokuskan pada penanganan tuberkulosis (TBC) dan stunting secara terpadu.

Pelaksanaannya melibatkan lintas sektor, mulai program Kartini bersama Dukcapil, P2L Pangongangan, PKK kelurahan, hingga Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Kota Madiun.

Intervensi gizi dilakukan melalui penyediaan pangan hewani, pendampingan keluarga, serta demonstrasi pemberian makanan tambahan bagi balita.

“Alhamdulillah, inovasi ini diadopsi pemerintah pusat sebagai contoh nasional,” jelas Putri.

Ke depan, Putri menargetkan zero stunting 2026 di wilayahnya.

Untuk mewujudkannya, jejaring kolaborasi diperluas dengan melibatkan Baznas, program CSR perusahaan, akademisi STIKES, UMKM, hingga bank sampah sebagai pendukung edukasi dan ketahanan pangan keluarga.

“Saya ingin kader-kader di Pangongangan dan Kota Madiun bisa melampaui saya, membawa nama daerah hingga tingkat nasional,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#tbc #Kader Kesehatan Jatim #Posyandu Pangongangan #anting emas #inovasi kesehatan #madiun #kader Posyandu #stunting kota madiun #kesehatan ibu dan anak