Jawa Pos Radar Madiun – Wahana perahu kano di kawasan Pahlawan Religi Center (PRC) kembali diuji cobakan.
Uji coba dilakukan setelah proyek pembangunan saluran avour Sumber Umis rampung dan aliran air kembali memenuhi area tersebut.
Meski demikian, Wali Kota Madiun Maidi menegaskan wahana tersebut masih membutuhkan sejumlah penyesuaian sebelum dibuka untuk masyarakat umum.
Uji coba difokuskan pada aspek keamanan, kenyamanan, serta kelayakan wahana, terutama bagi pengunjung anak-anak.
“Ini masih uji coba. Kalau anak kecil, tidak bisa jalan atau mendayung sendiri. Harus ada pendamping orang dewasa,” ujar Maidi.
Menurutnya, sistem perahu kano yang digunakan memungkinkan konsep multi bebek.
Namun, pengoperasian wahana tetap harus berada di bawah pengawasan ketat petugas.
Anak-anak dinilai belum cukup kuat untuk mendayung secara mandiri sehingga pendampingan orang dewasa menjadi syarat utama.
“Anak kecil tidak kuat mendayung. Jadi yang mendayung harus orang dewasa, anaknya didampingi,” tegasnya.
Maidi juga menyoroti kondisi ketinggian air yang dinilai belum ideal.
Agar wahana dapat berfungsi optimal dan aman, kedalaman air minimal harus mencapai sekitar satu setengah meter.
“Airnya masih kurang tinggi. Paling tidak satu setengah meter. Tapi airnya bersih. Untuk renang saja sebenarnya sudah aman,” jelasnya.
Terkait rencana pembukaan wahana untuk publik, Maidi memastikan Pemkot Madiun masih akan melakukan uji coba lanjutan.
Pembukaan resmi baru dilakukan setelah seluruh aspek teknis dan keamanan benar-benar dinyatakan siap.
“Ini belum untuk umum. Kita uji coba dulu. Nanti setelah air penuh dan siap, baru kita buka,” katanya.
Ia juga memastikan desain perahu dibuat stabil dan tidak mudah terbalik.
Kendati demikian, pengawasan petugas tetap menjadi keharusan demi menjamin keselamatan seluruh pengunjung.
“Perahunya kita buat stabil, tidak gampang ngguling. Tapi tetap harus diawasi. Keamanan tetap nomor satu,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto