Jawa Pos Radar Madiun - Wacana pembangunan kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Kota Madiun mulai dimatangkan.
Pemkot Madiun bahkan telah menyiapkan lahan kosong untuk pembangunan kantor pelayanan haji dan umrah di Kelurahan Winongo.
Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan, lokasi yang disiapkan berada di sisi utara gapura depan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo.
Pemkot menyediakan lahan seluas 500 meter persegi, ditambah 500 meter persegi milik Kementerian Agama Kota Madiun.
Total luas lahan mencapai 1.000 meter persegi.
“Lokasinya di kawasan ring road, jaraknya sekitar 50 meter. View-nya nanti menghadap sungai. Sekarang memang belum kelihatan bagus karena belum ditata,” ujar Maidi, kemarin (6/1).
Pemkot akan segera menyampaikan rencana tersebut ke Kemenhaj.
Namun, Maidi membuka opsi alternatif apabila kajian dari kanwil provinsi menyatakan lokasi tersebut kurang sesuai.
Salah satu opsi cadangan berada di utara Kantor Pengadilan Agama Kota Madiun yang juga berada di kawasan ring road.
Namun, lokasi alternatif tersebut membutuhkan pengurukan tanah hingga sekitar dua meter.
“Silakan dikaji. Yang penting saya siap menyediakan lahannya. Kalau tahun ini dibangun dan ada persyaratan tertentu, insyaallah kami penuhi,” tegasnya.
Lahan yang disiapkan rencananya akan dihibahkan kepada Kemenhaj.
Sementara itu, pembangunan fisik kantor sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Maidi menegaskan, Pemkot Madiun terbuka bagi pembangunan kantor instansi pusat maupun provinsi selama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kota ini kami siapkan sebagai penyangga wilayah sekitar. Semua untuk kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto