Jawa Pos Radar Madiun – Upaya menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari narkoba terus dilakukan Lapas Kelas I Madiun.
Sebanyak 145 orang, terdiri dari pegawai dan warga binaan, menjalani tes urine mendadak, Kamis (8/1).
Kepala Lapas Kelas I Madiun, Andi Wijaya Rivai, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara acak dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi penyalahgunaan sekaligus peredaran narkoba di lingkungan lapas.
“Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba, baik pegawai maupun warga binaan. Semua diperlakukan sama dan dilakukan secara acak,” tegas Andi.
Tes urine dilaksanakan di Aula Saharjo dengan pengawasan ketat petugas.
Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba.
“Alhamdulillah, hasilnya semua negatif,” ujarnya.
Menurut Andi, tes urine mendadak menjadi bagian dari langkah preventif dan deteksi dini guna menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan dilakukan secara berkala agar lingkungan pemasyarakatan tetap sehat dan kondusif.
“Tes serupa akan kami lakukan secara berkala sebagai komitmen lapas bersih narkoba,” tambahnya.
Sementara itu, JK, salah seorang warga binaan yang mengikuti tes, mengaku terkejut karena pemeriksaan dilakukan tanpa pemberitahuan.
Meski demikian, ia menyambut baik langkah tersebut.
“Dengan adanya tes urine seperti ini, kami jadi lebih termotivasi menjaga perilaku dan menjauhi narkoba selama menjalani pembinaan,” katanya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto