MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun memperketat pengawasan prasarana perkeretaapian menyusul aksi vandalisme berupa pencurian baut penambat rel di KM 127+358 petak jalan Stasiun Blitar–Rejotangan.
Langkah cepat ini dilakukan demi memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga.
Deputy Vice President Daop 7 Madiun Muhamad Kahfi memimpin langsung kegiatan cek lintas di Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) Blitar–Rejotangan.
Inspeksi dilakukan untuk memastikan kondisi prasarana tetap prima serta bebas dari potensi gangguan, baik akibat faktor alam maupun ulah oknum tidak bertanggung jawab.
Manajer Humas Daop 7 Madiun Tohari menegaskan, pihaknya langsung bergerak setelah temuan pencurian baut rel tersebut.
“Begitu ada temuan, kami langsung bertindak. Tim teknis dan pengamanan kami turunkan untuk menyisir jalur dan memastikan kondisi rel tetap aman dilalui,” ujarnya.
Dalam inspeksi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari jajaran Deputy VP Daop 7 Madiun, Quality Control (QC) OP 7B, KUPT Jalan Rel 7.11 Blitar, serta Polsuska Daop 7 Madiun melakukan pemeriksaan menyeluruh di sejumlah titik rawan.
Pemeriksaan meliputi kondisi Jembatan BH 537 guna memastikan struktur bangunan tetap kokoh, kebersihan dan keamanan ruang manfaat jalan (rumaja), serta kelengkapan fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang JPL 211.
Selain itu, tim juga mengecek kelengkapan dokumen perjalanan kereta api (Perka) sebagai bagian dari standar keselamatan operasional.
“Pemeriksaan langsung di lapangan sangat penting untuk mendeteksi potensi bahaya sejak dini. Setiap temuan sekecil apa pun akan segera kami tindaklanjuti agar perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan terkendali,” tegas Tohari. (her)
Editor : Hengky Ristanto