Jawa Pos Radar Madiun – Layanan administrasi kependudukan berbasis Super Biometrik diperluas hingga tingkat RW.
Dispendukcapil Kota Madiun menerapkan program jemput bola untuk mempercepat perekaman Identitas Kependudukan Digital (IKD) sekaligus meningkatkan partisipasi warga.
Bulan ini, layanan Super Biometrik digelar di enam RW Kelurahan Sukosari.
Pelaksanaan dilakukan bergilir pukul 08.00–12.00 WIB, dimulai dari RW 001 dan berakhir di RW 006 pada 29 Januari.
Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Madiun Pujo Suprantio menjelaskan, Super Biometrik merupakan Satuan Tugas Perekaman Biometrik dan instalasi IKD.
Layanannya meliputi perekaman biometrik KTP-el, pembaruan data dan barcode Kartu Keluarga (KK), hingga pembuatan akta kelahiran.
Salah satu fokus utama program ini adalah percepatan IKD. Hingga Januari 2026, capaian IKD Kota Madiun telah mencapai 34 persen dari total penduduk wajib KTP.
Angka tersebut melampaui target nasional sebesar 30 persen.
“Capaian Kota Madiun masuk enam besar nasional dan tertinggi se-Jawa Timur,” ujar Pujo, kemarin (21/1).
Menurutnya, pelayanan langsung di tingkat RW terbukti lebih efektif dibandingkan terpusat di kantor kelurahan.
Akses yang dekat membuat warga lebih antusias memanfaatkan layanan.
“Kalau ada kekurangan berkas, warga bisa langsung melengkapi. Itu yang membuat partisipasi meningkat,” jelasnya.
Di sela pelayanan, Dispendukcapil juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan instansi kependudukan.
“IKD tidak bisa diurus sendiri tanpa verifikasi petugas. Kalau ada yang menghubungi mengatasnamakan dispendukcapil, jangan dilayani,” tegas Pujo. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto