Jawa Pos Radar Madiun – Sentuhan perbaikan bakal dilakukan pada Kampung Jepang dan Hutan Kota tahun ini.
Fasilitas yang ada di dua destinasi ruang terbuka hijau (RTH) tersebut akan ditingkatkan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Jemakir mengatakan, untuk Kampung Jepang di Kelurahan Banjarejo telah disiapkan pagu anggaran sekitar Rp 200 juta.
Programnya diarahkan pada peningkatan sarana taman.
“Untuk tahun ini pagunya Rp 200 juta. Wujudnya berupa peningkatan sarana. Karena itu kolaborasi, nanti yang membangun DPUPR. Kalau kami di situ terkait pengelolaan taman,” ujarnya kemarin (8/2).
Selain Kampung Jepang, Disperkim juga menyiapkan anggaran lebih besar untuk pembenahan kawasan Hutan Kota di Kelurahan Patihan.
Tahun ini, pagu yang dialokasikan mencapai Rp 400 juta.
Menurut Jemakir, anggaran tersebut digunakan untuk pembenahan kawasan, termasuk penataan akses dan saluran di beberapa titik.
Di antaranya pembenahan jalan keliling dan sisi utara.
“Kami juga minta usulan masyarakat karena sebelahnya pabrik tidak terurus,” kata mantan Lurah Nambangan Lor itu.
Dia berharap Hutan Kota terus dikembangkan menjadi alternatif wisata gratis di Kota Madiun.
Mulai dari parkir hingga pemanfaatan fasilitas, pengunjung tidak dipungut biaya.
“Kalau saat Sabtu dan Minggu ramai. Sementara pada hari-hari biasa juga hampir ada kunjungan sekolah, dari TK, SD sampai SMA,” ungkapnya.
Ke depan, Jemakir juga berencana menambah fasilitas edukasi dan olahraga di kawasan Hutan Kota.
Salah satunya melalui penanaman tanaman edukatif untuk mendukung konsep outdoor learning.
“Insya Allah nanti ditambah. Termasuk sarana olahraga. Misinya memang ke sana juga, outdoor learning,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto