Jawa Pos Radar Madiun – Sertifikat halal membawa berkah bagi pelaku UMKM di Kota Madiun.
Susianto, pemilik Dapur 69 di Kelurahan Pandean, mengaku penjualannya meningkat setelah produknya resmi mengantongi sertifikat halal dari Kemenag Kota Madiun.
’’Alhamdulillah, penjualan Februari bisa menembus 100 paket,’’ ujarnya usai menerima sertifikat halal, Selasa (3/3).
Usaha yang dirintis sejak Januari itu memproduksi sambal pecel tiga varian serta bumbu hitam Madura.
Permintaan disebut terus naik hingga mencapai satu kuintal per bulan.
Susianto mengetahui program sertifikasi halal gratis dari DPMPTSP Kota Madiun saat mengurus perizinan usaha.
Ia mendaftar pada Desember dan diproses Januari setelah kuota tersedia.
’’Begitu ada kuota, langsung diproses, observasi, survei, lalu selesai,’’ katanya.
Setelah sertifikat terbit, pasarnya makin luas melalui marketplace hingga Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Pengawas Jaminan Produk Halal BPJPH Jawa Timur Ulfa Fitri Rohmatin menjelaskan target nasional tahun ini mencapai 1,3 juta sertifikat halal.
Kuota Jawa Timur per Februari 172 ribu, dengan sekitar 40 ribu telah terpakai di Jatim dan Bali.
’’Program ini difasilitasi pemerintah untuk mempercepat sertifikasi UMKM,’’ jelasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto