Jawa Pos Radar Madiun - Mendengar nama Madiun, sebagian orang mungkin langsung teringat pada stasiun besar atau jalur transit utama di Jawa Timur.
Padahal, di balik citranya sebagai kota persinggahan, wilayah yang dijuluki "Kota Gadis" dan "Kota Brem" ini menyimpan surga kuliner yang pantang untuk dilewatkan.
Bagi para pelancong maupun pemudik, berburu buah tangan khas Madiun adalah agenda wajib sebelum kembali ke kota asal.
Mulai dari camilan manis, gurih, hingga suvenir bernilai sejarah, berikut adalah deretan oleh-oleh legendaris khas Madiun yang wajib masuk daftar belanja Anda:
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Khas Madiun Terpopuler 2025, dari Soto Bening hingga Brem untuk Oleh-Oleh
1. Sambal Pecel Madiun
Ini adalah primadona kuliner Madiun. Berbeda dari bumbu pecel daerah lain, versi Madiun memiliki rasa yang lebih medok, perpaduan manis-pedas yang pas, serta aroma daun jeruk yang sangat khas. Bumbu kacangnya disangrai (bukan digoreng), sehingga lebih wangi. Anda bisa membelinya dalam bentuk kemasan padat di berbagai pusat oleh-oleh seperti di Jalan Cokroaminoto agar lebih awet dibawa perjalanan jauh.
2. Bluder Cokro
Roti legendaris yang resepnya dipertahankan sejak tahun 1989 ini wajib Anda bawa pulang. Keistimewaannya terletak pada tekstur rotinya yang luar biasa empuk, berserat bak kapas, dan seolah meleleh di dalam mulut. Varian rasanya sangat beragam, mulai dari cokelat, keju, hingga kismis. Anda bisa langsung memborongnya di pusat penjualan Jalan Hayam Wuruk.
3. Brem Madiun
Tak lengkap ke Madiun tanpa membawa Brem. Camilan balok berwarna putih kekuningan ini terbuat dari sari tape ketan yang difermentasi. Sensasi uniknya muncul saat digigit: Brem akan langsung lumer dan meninggalkan rasa dingin (semriwing) manis-asam di dalam mulut. Sentra produksi utamanya berada di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan.
Baca Juga: Resep Madu Mongso Khas Madiun: Sajian Lebaran Nostalgia Era 80-an, Ala Chef Rudy
4. Madumongso
Camilan tradisional ini terbuat dari tape ketan hitam yang dimasak bersama santan dan gula hingga mengental. Rasanya manis legit dengan aroma tape yang kuat. Bungkus kertas minyaknya yang berwarna-warni membuat Madumongso tampil ikonik dan sering menjadi primadona suguhan di meja tamu saat Lebaran.
5. Lempeng Puli (Kerupuk Puli)
Bagi pencinta camilan gurih, Lempeng Puli adalah jawabannya. Kerupuk tebal berbahan dasar nasi yang dibumbui bawang putih dan garam ini sangat renyah setelah digoreng. Sangat nikmat dijadikan pendamping makan nasi pecel maupun sekadar camilan di perjalanan.
6. Kue Manco
Jajanan renyah ini terbuat dari tepung ketan yang digoreng mengembang, lalu dilapisi dengan gula merah karamel dan taburan wijen. Perpaduan rasa manis legit karamel dan gurihnya wijen dijamin membuat Anda tidak bisa berhenti mengunyah.
7. Aneka Keripik (Tempe & Walik Klethek)
Madiun juga terkenal dengan irisan keripik tempenya yang super tipis, renyah, dan kaya rempah. Selain itu, ada juga Walik Klethek, yakni keripik berbahan dasar singkong yang teksturnya sangat garing dan gurih. Cocok bagi Anda yang kurang menyukai camilan manis.
8. Roti Bolu dan Kue Satu
Sebagai alternatif Bluder, Anda bisa mencoba Roti Bolu Madiun yang bertekstur lebih padat namun tetap lembut dengan taburan gula pasir di atasnya. Ada pula Kue Satu, kue kering berbahan kacang hijau kupas yang rapuh dan langsung lumer di mulut begitu digigit.
9. Suvenir Tema Kereta Api
Madiun memiliki jejak sejarah penting sebagai pusat industri perkeretaapian di Indonesia (PT INKA). Karena itu, banyak pernak-pernik suvenir hingga kaus bertema kereta api yang sangat unik untuk dijadikan kenang-kenangan.
Baca Juga: Batik Pecel dan Pincuk Asal Madiun Tembus Panggung Dunia
10. Batik Khas Madiun
Jangan lupakan warisan budayanya! Batik khas Madiun, terutama dari sentra Batik Jetis, memiliki corak motif yang unik dan berbeda dari daerah lain, seperti perpaduan flora lokal dan elemen kereta api.
Tips Berburu Oleh-oleh:
Untuk menghemat waktu, Anda bisa langsung mengunjungi pusat-pusat oleh-oleh di jalan utama kota. Pastikan selalu mengecek tanggal kedaluwarsa, terutama untuk produk basah seperti Bluder, agar kualitasnya tetap prima saat tiba di rumah. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura