Jawa Pos Radar Madiun - Upaya memperluas payung perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal di wilayah Madiun terus digenjot.
BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun kini fokus mengoptimalkan peran Agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) sebagai mitra strategis untuk menjangkau pekerja mandiri yang belum tercover asuransi ketenagakerjaan.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun Sevy Renita Setyaningrum mengungkapkan, keberadaan agen Perisai terbukti sangat efektif dalam mengedukasi masyarakat.
Mereka menjadi perpanjangan tangan institusi untuk menyisir pekerja bukan penerima upah (BPU) di pelosok Madiun dan sekitarnya.
"Keagenan Perisai di wilayah Madiun memiliki peran strategis. Mereka bukan sekadar mitra, tapi ujung tombak kami dalam mewujudkan kesejahteraan seluruh pekerja, terutama sektor informal," ujar Sevy dalam kegiatan sharing session bersama para agen, Selasa (10/3).
Baca Juga: Tumbuhkan Kepedulian Ramadan, Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Madiun Sambangi Panti Asuhan
Wadah Diskusi dan Solusi Lapangan
Dalam pertemuan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Madiun memberikan ruang bagi para agen untuk mengevaluasi tantangan di lapangan.
Sharing session ini menjadi ajang bagi para agen untuk berbagi pengalaman serta mendapatkan update informasi terbaru terkait program-program perlindungan tenaga kerja.
Sevy memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para agen yang selama ini aktif memfasilitasi pendaftaran peserta baru.
Menurutnya, tantangan mengedukasi pekerja mandiri tentang pentingnya jaminan sosial memerlukan pendekatan personal yang hanya bisa dilakukan oleh agen di tingkat akar rumput.
"Kami ingin para agen semakin produktif dan bersemangat. Melalui wadah diskusi ini, hambatan yang ditemui di lapangan bisa dicarikan solusi bersama secara cepat," imbuhnya.
Mengenal Dua Wadah Besar Perisai Madiun
Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan Madiun didukung oleh 16 agen Perisai aktif yang tersebar di berbagai titik.
Para agen ini bernaung di bawah dua wadah besar, yakni Kios B12 dan Mitra Tani Wilis.
Keduanya berperan aktif dalam mensosialisasikan manfaat jaminan kecelakaan kerja hingga jaminan hari tua kepada para petani, pedagang, hingga pekerja kreatif di Madiun.
Dengan penguatan peran agen ini, diharapkan cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Madiun terus meningkat secara signifikan.
Hal ini sejalan dengan visi besar untuk memberikan rasa aman dan meningkatkan martabat seluruh pekerja Indonesia melalui sistem jaminan sosial yang terpercaya. (ebo/*)
Editor : Mizan Ahsani