Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dishub Kota Madiun Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Lebaran, Jalan Hayam Wuruk Dibuka Dua Arah

Hengky Ristanto • Rabu, 11 Maret 2026 | 02:20 WIB

Dishub Kota Madiun menyiapkan rekayasa lalu lintas saat arus mudik Lebaran dengan membuka dua arah Jalan Hayam Wuruk. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Dishub Kota Madiun menyiapkan rekayasa lalu lintas saat arus mudik Lebaran dengan membuka dua arah Jalan Hayam Wuruk. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

MADIUN – Pemkot Madiun menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik Lebaran 2026.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pemberlakuan dua arah di Jalan Hayam Wuruk.

Kebijakan tersebut akan diberlakukan mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri. Langkah ini dilakukan untuk mengurai potensi kepadatan kendaraan yang masuk ke wilayah Kota Madiun.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Madiun Tugas Prasetyo mengatakan rekayasa lalu lintas tersebut telah dibahas bersama sejumlah pihak.

“Pada prinsipnya seluruh stakeholder mendukung konsep rekayasa lalu lintas yang disiapkan satlantas bersama dishub,” ujarnya, Senin (10/3).

Menurut dia, kebijakan ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang menerapkan sistem satu arah di Jalan Hayam Wuruk saat arus mudik.

Dengan diberlakukannya dua arah, kendaraan roda empat tidak diperbolehkan parkir di sepanjang Jalan Hayam Wuruk agar arus lalu lintas tetap lancar.

“Dengan diberlakukannya dua arah nanti kendaraan roda empat tidak boleh parkir di sepanjang Jalan Hayam Wuruk agar arus lalu lintas tetap lancar,” tutur Tugas.

Sebagai solusi, pengunjung kawasan kuliner seperti Bluder Cokro diarahkan untuk memarkir kendaraan di lahan dekat rusunawa.

Dishub juga melibatkan kelurahan setempat untuk mengedukasi masyarakat serta pengelola fasilitas umum agar menyediakan kantong parkir tambahan.

“Harapannya masyarakat yang datang tidak parkir di pinggir jalan, tetapi menggunakan kantong parkir yang sudah disediakan,” jelasnya.

Menurut Tugas, kondisi lalu lintas di Kota Madiun saat Lebaran umumnya tidak sampai mengalami kemacetan total.

Namun terjadi perlambatan arus kendaraan akibat meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama di kawasan wisata dan pusat kuliner.

“Kalau di Kota Madiun biasanya bukan macet, tetapi melambat karena banyak aktivitas wisata,” katanya.

Beberapa ruas jalan yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan di antaranya Jalan Yos Sudarso, Jalan Pahlawan, Jalan Dr Soetomo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan S Parman, Jalan Thamrin, Jalan DI Panjaitan, Jalan Soekarno-Hatta, serta Jalan Urip Sumoharjo.

Selain itu, kawasan Pahlawan Street Center (PSC) serta jalur dari arah Mancaan menuju pusat kota juga diprediksi ramai selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub bersama Satlantas Polres Madiun Kota menyiapkan tim pengurai kemacetan.

Petugas juga memanfaatkan kamera CCTV di sejumlah titik strategis untuk memantau arus lalu lintas secara real time.

“Kami juga memanfaatkan kamera CCTV di sejumlah titik strategis untuk memantau arus lalu lintas secara real time,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#mudik Lebaran 2026 #pahlawan street center madiun #arus mudik Madiun #Jalan Hayam Wuruk dua arah #madiun #lalu lintas madiun #Rekayasa lalu lintas Madiun #Dishub Kota Madiun #kemacetan Madiun