KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Suasana Kota Madiun saat ini sangat terasa seperti di Jepang. Sebab, bunga tabebuya yang ditanam oleh dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim) di seluruh wilayah mekar serentak. Bunga-bunga tabebuya mekar ini menambah keindahan dan keasrian jalan-jalan protokol di Kota Pendekar.
Mekarnya bunga berwarna kuning, ungu, merah muda dan putih tersebut dapat ditemukan di sejumlah tempat. Mulai Jalan Bali, Jalan Dawuhan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Serayu, Jalan Pahlawan hingga kawasan lainnya, dapat dijumpai tabebuya mekar. ‘’Pohon tabebuya ini memiliki karakter yang unik,’’ kata Sub Koordinator Pertanaman dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Disperkim Kota Madiun Johan Andriyanto kemarin (10/7).
Dalam setahun, bunga tabebuya mekar dua kali. Juni–Juli menjadi awal bermekarnya jenis tabebuya. Ada lagi nanti saat November–Desember tabebuya berwarna putih, ungu, kuning dan merah muda bakal menghiasi seluruh kawasan pedestrian dan jalur utama kota. ‘’Bunga (tabebuya) yang tumbuh akan bertahan sekitar 3–4 hari saja. Dan, akan rontok ketika terkena angin,’’ terangnya.
Sejak 2020 lalu, sekitar 2 ribu pohon tabebuya telah ditanam. Pun, disperkim juga terus menggencarkan proses pembibitan pohon bernama latin Handroanthus chrysotrichus itu. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan untuk menambah keasrian kota, tetapi juga memiliki fungsi yang mampu menyerap karbon dioksida.
Johan menyebutkan, ada 600 pohon tabebuya yang ditanam. Sedangkan, pada tahun ini tidak ada pengadaan bibit baru. ‘’Jika, ada (pohon) yang sudah mati atau karena terpangkas akan digantikan dengan bibit yang sudah ada. Prinsipnya, penambahan pohon dilakukan untuk perawatan saja,’’ terangnya. (rdl/her)
Editor : Mizan Ahsani