KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ingat wacana face of Alun-Alun Kota Madiun bak Simpang Lima Semarang? Tahun ini, pemkot nyicil untuk merealisasikan. Salah satunya, pemasangan paving tiga dimensi (3D) di seputaran replika Monas.
Kabid Prasarana Utilitas Umum, Pertamanan, PJU, dan Pemakaman, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Andi Anto mengatakan, revitalisasi alun-alun dilakukan bertahap.
Sebelumnya, pemkot memasang paving yang membelah alun-alun dari depan Masjid Agung ke arah timur hingga Presiden Plaza. Pun, sejumlah fasilitas penunjang lain yang lebih dulu dikerjakan. ‘’Yang terbaru tahun ini, pemasangan paving 3D di sekitar replika Monas,’’ ujarnya, Minggu (26/5/2024).
Andi menjelaskan, paving 3D menyasar lahan seluas 2.312 meter persegi. Pekerjaan dilakukan sejak awal tahun ini hingga rampung April lalu. Konsepnya diseragamkan dengan paving yang sudah terpasang di sekitaran paseban setempat. ‘’Intinya biar seragam saja,’’ jelasnya.
Dia tak menampik adanya wacana face-of Alun-Alun Kota Madiun bak Simpang Lima Semarang. Grand design-nya sempat dirancang. Berupa pembangunan basement alias ruang bawah tanah sebagai kantong parkir kapasitas sekitar dua ribu motor dan 500 mobil. ‘’Tapi, tahun ini hanya sebatas paving saja. Bertahap,’’ sebutnya.
Sebelumnya, mantan Wali Kota Madiun Maidi berangan-angan menyulap alun-alun bak Simpang Lima Semarang. Rencana itu merujuk hasil studi banding ke sejumlah kota besar di Indonesia. Termasuk lawatan Maidi ke kota maju di luar negeri. Sehingga, fasilitas umum (fasum) sebagai percontohan dapat diadopsi di Kota Pendekar ini.
Namun, rencana revitalisasi alun-alun tidak masuk dalam program tahun anggaran 2024. Di antaranya, pemkot masih berkonsentrasi pada infrastruktur fisik lainnya. Seperti penutupan Kali Gempol dan Ring Road Timur. (ggi/den)
Editor : Hengky Ristanto