MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Membangun kota dengan konsep smart city diseriusi Pemkot Madiun. Konsep yang diharapkan bisa mengakselerasi sistem pemerintahan berbasis elektronik itu diawali dengan persiapan penyusunan master plan smart city untuk 2025–2030.
Rancangan tersebut dibahas bersama oleh pemkot dengan melibatkan wali kota-wawali terpilih Maidi dan F Bagus Panuntun di GCIO kemarin (20/1). Dengan harapan, keduanya bisa mengetahui rencana, kendala hingga tantangan yang bakal nanti dihadapi.
Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto mengungkapkan, keberlangsungan penerapan smart city sangat berpengaruh pada kebijakan pimpinan daerah.
Karena itu pihaknya sengaja mengajak Maidi-F Bagus Panuntun serta DPRD membahas rencana induk pembangunan kota pintar tersebut. ’’Kami menargetkan pembahasan hingga paparan akhir master plan smart city bisa selesai pada April mendatang,’’ katanya.
Dalam rakor yang diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) itu juga dibeberkan sejumlah kendala yang dinilai bisa menghambat keberlanjutan program smart city. Antara lain, indeks masyarakat digital (IMDI) yang masih rendah; kerja sama dengan daerah sekitar; kontribusi sektor swasta alias corporate social responsibility (CSR) masih minim; integrasi layanan masyarakat; inovasi pengembangan smart city dengan keterbatasan wilayah yang ada; hingga partisipasi tokoh masyarakat, agama, dan budaya.
Selain itu, pemkot juga dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti keamanan siber dan perlindungan data pribadi; integrasi layanan publik dan layanan pemerintahan; pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan big data secara lebih luas; serta social engineering.
’’CSR, misalnya. Pemerintah tidak bisa mengandalkan APBD. APBD ini sangat terbatas. Sehingga, sebagai langkah percepatan butuh peran swasta untuk bersama-sama membangun Kota Madiun,’’ ungkap Eddy.
Sejak diimplementasikan dan diadopsi pada 2019 lalu, Eddy menilai program smart city di Kota Madiun sudah berjalan on the track. Hal itu dibuktikan dengan peningkatan indeks smart city setiap tahunnya.
Pada 2021 lalu, indeks smart city tercatat di angka 3,46. Kemudian, pada tahun lalu naik di angka 3,80.
’’Semua pihak terkoneksi dalam implementasi smart city ini. Termasuk dukungan legislatif dan yudikatif,’’ ujar Eddy yang juga merangkap jabatan sebagai Kepala Bakesbangpol Jatim itu.
Lebih lanjut, Eddy memastikan, rencana apa yang telah disampaikan oleh wali kota terpilih untuk mendukung program smart city juga telah dicatat oleh bappelitbangda dan diskominfo.
’’Mulai pembangunan apa yang akan dilanjutkan, ditambah atau ditingkatkan. Sehingga, smart city lebih bermanfaat ke pendidikan, kesejahteraan, ekonomi, dan sosial budaya,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto