Jawa Pos Radar Madiun - Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Madiun Raya berada dalam kondisi aman.
Hal ini disampaikan oleh Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, saat diwawancarai mengenai ketersediaan BBM menjelang akhir tahun.
Menurut Ahad, hingga periode terbaru penyaluran Solar Subsidi sudah mencapai 179 ribu kiloliter (KL) dari alokasi 223 ribu KL, atau sekitar 80 persen. Sementara Pertalite telah tersalurkan 273 ribu KL dari alokasi 366 ribu KL, atau 74 persen.
“Distribusi BBM di Madiun Raya berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Stok keseluruhan dalam kondisi aman,” ujarnya.
Pertalite dan Biosolar Masih Jadi Kebutuhan Utama
Ahad menjelaskan, dua jenis BBM yang paling banyak dibutuhkan masyarakat Madiun Raya adalah Pertalite dan Biosolar.
Keduanya merupakan bahan bakar yang paling dominan digunakan untuk kebutuhan transportasi harian.
“Tingkat permintaan yang tinggi membuat pengelolaan stok harus dilakukan dengan cermat,” jelasnya.
Strategi Pertamina Menjaga Pasokan Tetap Stabil
Untuk menjaga kepercayaan masyarakat di tengah tingginya permintaan, Pertamina Patra Niaga menerapkan sejumlah langkah strategis demi memastikan distribusi BBM tidak terganggu.
Beberapa upaya tersebut meliputi Buildup stock untuk menjaga stok tetap aman, penambahan armada mobil tangki untuk mempercepat distribusi, serta memastikan operasional Fuel Terminal 24 jam, sehingga suplai ke SPBU tidak terhenti.
Pertamina memastikan koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak untuk menjaga kelancaran distribusi.
Dengan demikian, pasokan BBM di Madiun Raya tetap aman hingga akhir tahun. “Semua langkah ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan BBM secara optimal kapan pun dibutuhkan,” kata Ahad. (*)
Editor : Mizan Ahsani