Jawa Pos Radar Madiun – Kesiapsiagaan bencana tidak hanya menjadi tugas pemerintah dan relawan, tetapi juga generasi muda.
Sebanyak 181 mahasiswa STIKes Bhakti Husada Mulia (BHM) diterjunkan dalam pelatihan evakuasi korban dan manajemen bencana yang digelar BPBD Kota Madiun di Embung Pilangbango, Selasa (2/12).
Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD, Heter Hidayati, menjelaskan bahwa simulasi dibagi menjadi dua bagian: fire rescue dan water rescue.
Pada sesi penanganan kebakaran, peserta diajari teknik dasar memadamkan api menggunakan karung goni dan alat pemadam api ringan (APAR).
Untuk water rescue, mahasiswa dikenalkan berbagai peralatan kebencanaan seperti perahu, dayung, pelampung, serta cara mengevakuasi korban dan melindungi diri saat berada di perairan.
“Semua peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian, baik fire rescue maupun water rescue,” tegas Heter.
Dia mengingatkan bahwa pelatihan dasar penanganan bencana penting dikuasai masyarakat.
Terutama memasuki musim penghujan dengan potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat.
“Yang pertama jangan panik, lalu terapkan ilmu praktik yang didapat. Ini berguna untuk diri sendiri maupun lingkungan,” ujarnya.
Salah satu peserta, Fresia Olivia, menilai simulasi lapangan ini memberi pengalaman berharga.
Ia mencoba langsung teknik pemadaman api baik secara modern maupun konvensional.
“Kami diberi bekal agar paham situasi kebencanaan, baik kebakaran maupun kejadian di air,” ungkap mahasiswi 23 tahun itu. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto