Jawa Pos Radar Madiun – Stabilitas harga sekaligus stok bahan pokok penting (bapokting) di Kota Madiun menjelang Ramadan terus dijaga.
Mulai beras, minyak goreng (migor), cabai, hingga telur.
Kepala Bagian Perekonomian dan Kesra Setda Kota Madiun Danang Novianto mengatakan, pemantauan dilakukan lintas instansi. Mulai Dinas Perdagangan, DKPP, Dishub, Satpol PP, hingga OPD terkait.
Sasarannya menyasar pasar tradisional, ritel modern, penggilingan padi, agen LPG, hingga distributor.
Pemkot juga menyiapkan operasi pasar murah (OPM) delapan kali di Pasar Besar Madiun (PBM) dan Pasar Sleko.
Selain itu, OPM lanjutan akan digelar pada 12–13 Maret yang menyasar tiga kecamatan.
“Untuk memastikan nanti bulan Ramadan bisa lancar semuanya. Ada lagi OPM pada 12–13 Maret yang diampu Dinas Perdagangan,” ujarnya, Kamis (12/2).
Danang menyebut, sejumlah komoditas rawan naik dan perlu diwaspadai.
Di antaranya cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.
Berdasarkan data Januari, inflasi Kota Madiun tercatat 2,83 persen secara year on year (y-on-y).
Sementara month to month (m-to-m) justru deflasi 0,23 persen.
“Perlu diwaspadai cabai rawit, minyak goreng, telur, beras, dan gula. Ini komoditas yang perlu kami awasi,” tegas mantan Camat Manguharjo itu.
Untuk menekan gejolak harga, pemkot menyiapkan intervensi melalui gerakan pangan murah (GPM) di 14 titik serta pemantauan harga harian.
Danang menilai, hortikultura seperti cabai rawit dan bawang merah menjadi komoditas paling rawan naik saat Ramadan.
Selain faktor cuaca, permintaan juga biasanya melonjak.
“Awal Ramadan atau sebelum Idul Fitri permintaan meningkat sehingga membuat harga sedikit naik,” terangnya.
Pemkot berharap pasokan cabai rawit dari Blitar yang memasuki masa panen pada Maret bisa membantu menstabilkan harga.
Sementara bawang merah, pemkot telah menjalin kerja sama distribusi dengan Kabupaten Nganjuk.
Danang mengimbau masyarakat berbelanja bijak dan tidak panic buying.
Pemkot menyiapkan langkah konkret agar stok aman dan harga tetap terjangkau.
“Pemerintah hadir melalui GPM dan OPM di belasan titik. Mari jaga kondusivitas ekonomi Kota Madiun agar ibadah Ramadan bisa dijalankan tenang,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto