Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Reses DPRD Kota Madiun, Warga Soroti Drainase Permukiman dan Tebing Sungai

Hengky Ristanto • Jumat, 6 Maret 2026 | 07:00 WIB

ASPIRASI: Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono menerima aspirasi masyarakat terkait persoalan infrastruktur dalam kegiatan reses.
ASPIRASI: Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono menerima aspirasi masyarakat terkait persoalan infrastruktur dalam kegiatan reses.

Jawa Pos Radar Madiun – Persoalan infrastruktur masih menjadi aspirasi utama masyarakat dalam kegiatan reses DPRD Kota Madiun.

Mulai dari kebutuhan saluran air permanen di permukiman hingga kerusakan tebing sungai.

Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono mengatakan sejumlah usulan warga berkaitan dengan pembangunan saluran air permanen di beberapa gang.

’’Ada beberapa gang seperti di kawasan Ki Ageng Selo dan Sunan Kudus yang belum memiliki saluran permanen,’’ ujarnya.

Selain itu, warga juga menyoroti kondisi tebing sungai yang rusak di beberapa titik.

Salah satunya berada di jalur Pasar Kojo.

Menurut Istono, kerusakan paling mendesak berada di sekitar Yayasan Yatim Piatu Miswalah.

Aliran sungai disebut telah menggerus bagian pondasi bangunan yayasan tersebut.

’’Ini cukup berbahaya jika tidak segera ada penanganan. Sungai sudah menggerus sampai ke pondasinya,’’ jelasnya.

Selain persoalan infrastruktur, masyarakat juga menyoroti pengelolaan sampah di Kota Madiun.

Warga berharap pemerintah daerah memiliki konsep penanganan sampah yang lebih jelas.

’’Masalah sampah juga menjadi perhatian masyarakat karena konsep penanganannya dinilai belum jelas,’’ katanya.

Seluruh aspirasi yang disampaikan dalam reses tersebut akan dirangkum menjadi pokok-pokok pikiran DPRD untuk disampaikan kepada pemerintah daerah.

’’Hasilnya nanti kami rangkum menjadi pokok pikiran DPRD untuk disampaikan kepada pemerintah daerah,’’ tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#reses dprd madiun #Infrastruktur Madiun #madiun #aspirasi warga madiun #pengelolaan sampah Madiun