Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

BNPB Awasi Rencana Penataan Ruang Daerah

Hengky Ristanto • Rabu, 10 November 2021 | 05:22 WIB
Kasi Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat BNPB Rucky Nurul Wursanty Dewi.
Kasi Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat BNPB Rucky Nurul Wursanty Dewi.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Risiko bencana yang mengintai Magetan tak main-main. Bumi Ki Mageti masuk dalam kategori sedang indeks kajian bencana oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tak hanya banjir, longsor dan puting beliung juga rawan menerjang. ‘’Karena itu, perlu ada peningkatan kesiapsiagaan,’’ kata Kasi Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat BNPB Rucky Nurul Wursanty Dewi, Selasa (9/11).


Nurul sengaja turun gunung ke Magetan untuk mendampingi daerah menjalankan program prioritas nasional dalam penanggulangan bencana. Pasca-banjir bandang melanda Kota Batu, BPNB menilai kesiapsiagaan di daerah-daerah perlu lebih ditingkatkan. ‘’Kami dorong untuk membangun sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,’’ ujarnya.


Salah satu yang menjadi sorotan BNPB adalah lemahnya rencana penataan ruang di daerah. Pembangunan yang masif mengorbankan alam. Alhasil, daya dukung lingkungan terhadap hujan jadi melemah. ‘’Air yang gagal diserap tanah jadi runoff (limpasan permukaan, Red), itu yang menimbulkan banjir,’’ jelas Nurul.


Berkaca dari banjir bandang di Kota Batu, BNPB juga akan mengetati pengawasan penataan ruang di daerah-daerah. Supaya kerusakan lingkungan di Magetan tidak semakin parah atas alasan kepentingan ekonomi. ‘’Pemerintah akan membangun sebuah sistem pemantauan tata ruang di seluruh daerah. Jika ada kerusakan alam akibat masifnya pembangunan, maka dapat dipantau oleh semua orang,’’ tuturnya. (mg5/c1/naz/her)

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #tata kota #bnpb #bencana