MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Talut Sungai Gandong yang belum selesai diperbaiki ternyata mengalami keretakan cukup panjang. Usai hujan lebat mengguyur Magetan selama dua jam pada Selasa lalu (9/11). Diketahui, panjang retakan yang muncul di talut mencapai 20 meter. ‘’Strukturnya tidak mengalami keretakan. Hanya di timbunannya,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Muhtar Wakid, Kamis (11/11).
Pantauan Jawa Pos Radar Magetan, panjang retakan di timbunan talut Sungai Gandong mencapai 20 meter dengan kedalaman bervariasi mulai 1,5 meter hingga dua meter. Menurut Muhtar, retakan itu muncul lantaran timbunan masih menyisakan rongga air. ‘’Ketika pori-pori tanah terisi air, maka akan memadat secara alami,’’ terangnya.
Talut yang dibangun BBWS Bengawan Solo itu memiliki tinggi 40 meter dengan panjang mencapai 70 meter. Muhtar memastikan struktur talut dalam kondisi aman. Hal senada diungkapkan Adman, wakil pengawas proyek senilai Rp 26 miliar tersebut. ‘’Kejadian Selasa lalu tidak mengganggu progres penyelesaian talut karena sudah memasuki tahap finishing,’’ kata Adman. (mg5/c1/naz/her)
Editor : Hengky Ristanto