Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Panen Bunga Matahari, Petani di Magetan Raup Untung Dua Kali Lipat

Hengky Ristanto • Senin, 31 Januari 2022 | 23:03 WIB
CANTIK: Khaliq mengecek tanaman bunga matahari di kebunnya Desa Garon, Kecamatan Kawedanan. (ERWIN SUGANDA/RADAR MAGETAN)
CANTIK: Khaliq mengecek tanaman bunga matahari di kebunnya Desa Garon, Kecamatan Kawedanan. (ERWIN SUGANDA/RADAR MAGETAN)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bunga matahari terhampar cantik di lahan kas Desa Garon, Kecamatan Kawedanan. Di saat petani lain menanam tebu, Muhamad Firman Khaliq, pengelola lahan seluas 1.750 meter persegi, itu memilih menanam bunga matahari. Siapa sangka, untung yang didapat jutaan rupiah dalam sekali panen. ‘’Kalau dibandingkan padi, untungnya dua kali lipat,’’ kata Khaliq, Senin (31/1).


Lahan kas desa itu disewa Khaliq sejak enam bulan terakhir. Dia terinspirasi menanam bunga matahari dari temannya sesama petani bunga bernama ilmiah Helianthus annuus itu. Dia enggan menanam padi lantaran biayanya mahal. ‘’Total saya tanam empat ribu bibit bunga,’’ ujarnya.


Bunga matahari dapat dipanen minimal ketika sudah berusia 3,5 bulan. Pemupukan dilakukan dua kali dalam sepekan. Satu bunga dapat menghasilkan 200 hingga 400 gram biji bunga matahari alias kuaci. Satu kilogram kuaci dihargai Rp 16 ribu. ‘’Jadi, keuntungannya cukup besar,’’ ungkapnya. ‘’Semoga kebun bunga ini jadi ikon Desa Garon,’’ imbuh Khaliq.


Inovasi Khaliq diapresiasi pemkab. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Magetan Uswatul Chasanah mengatakan bahwa bunga matahari memiliki banyak manfaat. Salah satunya menanggulangi hama organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti wereng. ‘’Selain melindungi lahan pertanian, potensi ekonominya sangat besar,’’ tuturnya. (mg5/c1/naz/her)

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #pertanian