MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dengan telaten Waroni merapikan potongan bambu berukuran kecil. Lelaki 49 tahun itu lantas mengukur ulang potongan bambu guna memastikan ukurannya pas sesuai yang dibutuhkan. Potongan bambu berbentuk pipih itu lantas dirangkai membentuk dinding miniatur rumah gadang. ‘’Awalnya cuma iseng,’’ kata warga Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, itu, Rabu (2/3).
Waroni menekuni kerajinan miniatur bangunan bambu sejak tiga bulan terakhir. Sebelumnya dia bekerja sebagai tukang bangunan. Namun, pandemi membuat job sepi. Melihat rimbunnya bambu di belakang rumah, Waroni penasaran mengolahnya menjadi kerajinan. ‘’Saya pakai pengetahuan tentang pemanfaatan kayu semasa menjadi tukang bangunan,’’ ujarnya.
Gubuk berukuran sepuluh meter persegi di belakang rumah disulapnya menjadi bengkel. Bahan sudah tersedia, alat-alat juga ada. Waroni lantas memberanikan diri berkarya. Dengan mencontoh gambar di internet, dia membuat miniatur berbagai landmark seperti Menara Eiffel. ‘’Ternyata banyak yang tertarik,’’ tutur bapak satu anak itu.
Miniatur Menara Eiffel terjual Rp 300 ribu ke warga Jakarta. Pesanan terus mengalir. Selama tiga bulan ini Waroni sudah membuat miniatur tugu Telaga Sarangan, rumah gadang, hingga Pendapa Surya Graha. Satu pesanan selesai dalam waktu lima hingga sepuluh hari. ‘’Harga mulai Rp 150 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung kesulitan,’’ pungkasnya. (tr3/naz/c1/her)
Editor : Hengky Ristanto