MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Siswa di 19 SDN dirundung nestapa. Dalam waktu dekat mereka terpaksa pindah belajar. Sekolah ditutup oleh pemkab gara-gara kekurangan siswa. ‘’Setelah kami evaluasi, perlu dilakukan regrouping,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Magetan Suwata, Kamis (9/6).
Kendati berada di wilayah kota, bukan jaminan sekolah mendapat banyak siswa. Suwata tunjuk contoh SDN 4 Selosari. Di kelurahan itu berdiri empat SDN. SDN 4 Selosari selalu yang menjadi korban setiap tahun. Jumlah siswa hanya 26 anak. ‘’Karena sekolah di Selosari terlalu padat, akhirnya ada yang kekurangan siswa,’’ ujarnya.
Sekolah lain yang masuk daftar regrouping yakni SDN 1 Tambran. Sekolah itu hanya memiliki 51 siswa. Siswa SDN 1 Tambran rencananya bisa pindah belajar di sejumlah sekolah sekitar seperti SDN 2 Magetan, SDN 1 dan 2 Sukowinangun, atau SDN Unggulan. ‘’Gedungnya nanti dipakai perluasan kampus Poltekkes,’’ terang Suwata sembari menyebut rencana regrouping paling cepat dieksekusi pada tahun ajaran 2022/2023.
Menurut Suwata, regrouping perlu ditempuh agar sebaran siswa lebih merata. Pun efektif untuk meratakan sebaran pendidik. Guru dapat didistribusikan ke sekolah lain yang kekurangan pendidik. ‘’Dengan me-regrouping sekolah, anggaran operasional dapat ditekan menjadi lebih efisien,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)
Editor : Hengky Ristanto