MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Bantuan yang dijanjikan pemerintah untuk mengurai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai dicairkan di Magetan. Kemarin (8/9), ribuan warga mengantre di kantor PT Pos Magetan untuk mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) tersebut. ‘’Penyaluran BLT BBM dibarengkan dengan BST (bantuan sembako tunai),’’ kata Executive Manager PT Pos Magetan Catur Ahaddi Nizar, Jumat (9/9).
Data yang dimiliki PT Pos Magetan, terdapat 49.801 penerima dua jenis bantuan sosial (bansos) tersebut. Perinciannya, Rp 300 ribu untuk BLT BBM selama dua bulan (September dan Oktober) dan Rp 200 ribu untuk BST. Sehingga, tiap penerima mendapatkan Rp 500 ribu.
Total BLT BBM yang dicairkan bulan ini mencapai Rp 14,9 miliar. Jika diakumulasi dengan BST, angkanya mencapai Rp 24,9 miliar. ‘’Warga cukup datang dengan membawa bukti KTP atau KK, serta surat undangan dari desa maupun kecamatan,’’ ujarnya.
Selain di loket kantor pos, penyaluran bansos juga dilakukan melalui loket di kantor kecamatan maupun desa. Khusus warga yang sakit, lansia, dan penyandang disabilitas, dua jenis bansos itu akan diantar langsung ke rumah masing-masing. ‘’Kami menunggu laporan dari desa jika ada warganya yang sudah meninggal tapi terdata sebagai calon penerima bantuan,’’ kata Catur.
Sumarti merupakan salah seorang warga yang beruntung mendapat dua jenis bantuan tersebut. Satu jam mengantre, warga Kelurahan/Kecamatan Magetan itu akhirnya mendapat bantuan senilai Rp 500 ribu. ‘’Bantuan ini sudah saya tunggu-tunggu, rencana untuk tambahan biaya hidup sehari-hari,’’ tuturnya. (mg1/c1/naz)
Editor : Hengky Ristanto