MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) berimbas pada penurunan harga ternak di Magetan. Sejumlah peternak mengeluhkan harga jual ternak seperti sapi dan kambing yang anjlok hingga 30 persen. ''Penurunan harga untuk satu ekor ternak, khususnya sapi, bisa sampai Rp 5 juta,'' kata Agus Susilo, peternak asal Lembeyan, Selasa (20/9).
Agus menilai beberapa bulan terakhir merupakan masa-masa terburuk bagi kalangan peternak. Jika biasanya satu ekor sapi bisa terjual di kisaran Rp 20 juta, kini harga jualnya tinggal Rp 15 juta. Padahal ternak dalam kondisi sehat. ''Peternak jelas merugi,'' sebutnya.
Lantaran harga sedang anjlok, Agus pilih menunda menjual ternaknya. Lebih baik terus dirawat di kandang sampai harga di pasaran membaik. ''Kalau dilepas sekarang pasti rugi,'' tuturnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Sucipto mengatakan, wabah PMK memang memengaruhi perdagangan ternak di Magetan. Guna memfasilitasi para pedagang ternak, pihaknya memastikan pasar hewan tetap dibuka. ''Tapi, harus mematuhi aturan-aturan untuk menekan risiko persebaran PMK,'' tegasnya. (hyo/c1/naz)
Editor : Hengky Ristanto