Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

KSL Dongkrak Kesejahteraan Warga, Pengembangan Memasuki Tahap Ketiga

Hengky Ristanto • Sabtu, 24 September 2022 | 16:49 WIB
PERLINDUNGAN HUKUM: Kepala Disnakkan Magetan Nur Haryani (tiga dari kiri) berkoordinasi dengan Tim PPS (Pendampingan Program Strategis) dari Kejari Magetan. (DISNAKKAN FOR JAWA POS RADAR MAGETAN)
PERLINDUNGAN HUKUM: Kepala Disnakkan Magetan Nur Haryani (tiga dari kiri) berkoordinasi dengan Tim PPS (Pendampingan Program Strategis) dari Kejari Magetan. (DISNAKKAN FOR JAWA POS RADAR MAGETAN)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Magetan punya segudang potensi ekonomi kreatif. Salah satunya susu segar produksi para peternak sapi perah di Kelurahan Sarangan, Plaosan. Di sana, telah berdiri Kampung Susu Lawu (KSL), dengan konsep wisata tematik sapi perah yang akan lebih mengoptimalkan potensi sapi perah dan produk susu yang dihasilkan.


Saat ini Dinas Peternakan dan Perikanan (disnakkan) tengah fokus menuntaskan pengembangan tahap ketiga KSL. ‘’Sampai pekan ini, progres pembangunan tahap ketiga sudah mencapai 60 persen,’’ kata Kepala Disnakkan Magetan Nur Haryani.


Pemkab mengalokasikan anggaran Rp 361 juta untuk membiayai pengembangan tahap ketiga KSL. Proyek yang dikerjakan mencakup lahan parkir, pembuatan taman edukasi dan vegetasi. Di P-APBD tahun ini, juga ada tambahan Rp 200 juta yang diarahkan untuk mengoptimalkan pengembangan objek wisata di lahan seluas 7.000 meter persegi itu.


Saat ini, ada 42 peternak sapi perah di KSL. Awalnya jumlah sapi perah mencapai kisaran 300 ekor dan susu segar yang dihasilkan sekitar 5,000 -6,000 liter per hari. Adanya pandemi PMK, berdampak pada penurunan jumlah populasi dan produksi susu dan sekarang sedang masa pemulihan. Selain dipasarkan di outlet KSL, hasil produksi para peternak juga diserap Industri Pengolahan Susu (Nestle dan Bendera). ‘’KSL memberi banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan warga,’’ terang Nur.


Supaya kedepan KSL semakin ramai dikunjungi wisatawan, disamping progres pembangunan yang terus berlanjut, pemkab juga mempersiapkan paket wisata menarik, berupa kunjungan ke peternakan untuk mendapatkan edukasi tentang cara beternak, memerah susu, melihat proses pengolahan susu dan produk olahan lain yang berbahan susu. ‘’Ke depan, kami berencana menggandeng pihak ketiga untuk mengelola KSL, supaya lebih optimal dan profesional,’’ tandasnya. (ebo/naz/adv)

Editor : Hengky Ristanto
#disnakkan #Pariwisata #Ekonomi kreatif #peternak sapi perah #Kampung Susu Lawu #Dinas Peternakan dan Perikanan