‘’Sama seperti klepon, rasa manisnya tersimpan di dalam,’’ kata Kades Wates Sutrisno.
Minggu (18/12), ratusan warga desa berkumpul untuk mengikuti Andum Berkah Klepon ing Bumi Wates. Di acara sedekah bumi ini, ada dua ribu klepon yang dibagikan kepada warga. Ribuan klepon tersebut disusun hingga membentuk gunungan bersama dengan aneka hasil bumi lainnya.
Dari kantor desa, gunungan kemudian diarak menuju punden di desa setempat. ‘’Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun, setelah musim tanam,’’ terangnya.
Bupati Magetan Suprawoto takjub dengan upaya warga Wates dalam melestarikan jajanan tradisional tersebut. ‘’Ini bentuk upaya nguri-uri kearifan lokal,’’ kata Suprawoto.
Apa yang terjadi di Wates berbanding terbalik dengan kondisi di car free day (CFD). Di CFD, banyak makanan yang dijual justru menu negara lain.
‘’Padahal citarasa makanan tradisional Indonesia itu tak kalah enak dibandingkan menu-menu luar negeri. Tentu fenomena ini harus disikapi secara bijak,’’ tuturnya. (mg1/naz) Editor : Hengky Ristanto