Budi menjelaskan, sapi yang terjangkit LSD akan mengalami demam dan bintil-bintil pada kulit. Nyamuk dan kutu, lanjut dia, menjadi salah satu pembawa virus penyebab LSD itu lewat gigitan. ‘’LSD juga dapat menyebabkan kematian. Di Karanganyar dan Sragen sudah ada kasus LSD, harus waspada,’’ ungkapnya.
Budi mengklaim, LSD belum ditemukan di Magetan hingga saat ini. Kendati, sempat ada dua kasus suspek di Kecamatan Panekan yang ditemukan Desember lalu. Dia memastikan, dua kasus itu bukan LSD usai dilakukan pemeriksaan. ‘’Terus dilakukan pantauan lapangan untuk mendeteksi hewan bergejala LSD,’’ pungkasnya. (hyo/den) Editor : Hengky Ristanto