Bupati Magetan Suprawoto yang memimpin rapat menghadirkan Mario Suryo Aji, pembalap Moto3 asal kabupaten ini. Rapat juga diikuti ahli di bidangnya yang berasal Magetan, seperti Eko Budi (mekanik nasional), Andhika (Construction and Development Officer at Mandalika Grand Prix Association), Hendriansyah (Founder Hendriansyah Racing School), serta deretan eks pembalap nasional melalui virtual.
Kang Woto, sapaan bupati, menyatakan bahwa pembangunan sirkuit dilakukan secara bertahap. Tahun ini difokuskan untuk merampungkan lintasan balap di Parang sepanjang 4,5 kilometer. Anggarannya bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (PKK) provinsi sebesar Rp 15 miliar.
Selanjutnya, tahun depan fokus pada pengembangan sirkuit, seperti pembangunan stand UMKM maupun bengkel. ‘’Seluruh masukan dari para ahli diperhatikan betul. Baik pengawasan dan pengelolaan agar sirkuit ini nantinya dapat memakmurkan masyarakat Magetan,’’ tegas Kang Woto.
Kang Woto turut menyampaikan hasil pengamatan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kebetulan, belum lama ini bupati bertolak ke Mandalika menghadiri launching helm terbaru Mario Aji yang akan dipakai pada Moto3 2023.
Salah satu masukan penting perihal maintenance. ‘’Saya mengamati Sirkuit Mandalika, yang bagus bisa kita contoh dan diimplementasikan di Sirkuit Parang ini,’’ ujarnya.
Sementara itu, Mario Aji menyarankan beberapa poin penting. Di antaranya, agar lintasan tidak terlalu dekat dengan tembok (safety factor). Ukuran lintasan disesuaikan standar nasional dengan lebar trek berkisar 4-6 meter. ‘’Sirkuit harus mengutamakan keselamatan pembalap,’’ kata Mario.
Selain itu, Mario juga menyarankan agar sirkuit dibangun multifungsi dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik. Seperti jogging track, bmx center, serta lintasan sepatu roda.
Fasilitas seperti pusat latihan maupun studi dunia balap dapat menjadi alternatif pengembangan. ‘’Sirkuit ini nanti tidak hanya digunakan untuk balapan, tapi juga dapat digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas olahraga seperti lari misalnya,’’ ungkapnya. (hyo/kid) Editor : Hengky Ristanto