Suhardi menyampaikan bahwa Graha Pusat Literasi rencananya dilengkapi fasilitas podcast dan kebutuhan video telekonferensi. Bahan pustakanya sebagian ditunjang koleksi buku elektronik alias e-book.
Pemerintah pusat umumnya membangun perpustakaan daerah sebatas bangunan fisik. Pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras)-nya diserahkan ke daerah. ‘’Magetan mendapat keistimewaan DAK untuk sarpras Graha Pusat Literasi,’’ ujarnya.
Graha Pusat Literasi dibangun menggunakan DAK 2021. Pusat mengisi perabotan dan rak buku tahun berikutnya. Giliran tahun ini prasarana penunjang digitalisasi dengan dana setengah miliar rupiah. ‘’Anggarannya sudah masuk DPA (dokumen pelaksanaan anggaran). Kami masih menunggu petunjuk teknis Perpusnas (Perpustakaan Nasional) untuk pengadaannya,’’ ucap Suhardi.
Dia mengatakan, pengadaan bahan pustaka menyerap masukan pembaca. Sebab masyarakat merupakan pengguna buku dan arsip yang disediakan. Aspirasi masyarakat umum dilihat dari kotak saran dan sarana interaksi lainnya. Sedangkan perangkat daerah melalui pengiriman surat. ‘’Tahun ini ada pengadaan buku baru senilai Rp 50 juta dari APBD,’’ ungkapnya. (mg1/cor)
PUSAT BANTU LAYANAN DIGITALISASI
- Rp 300 juta untuk prasarana TIK
- TIK meliputi podcast dan video telekonferensi
- Rp 200 juta untuk bahan pustaka
- Sebagian bahan pustaka penunjang koleksi e-book
- Pemkab tunggu juknis pengadaan dari Perpusnas
Sumber: Diolah dari wawancara Editor : Hengky Ristanto