MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan ton beras dilabeli sebagai jatah Magetan. Bahan pokok dari badan urusan logistik (bulog) setempat itu disiapkan untuk menyikapi potensi kekeringan lahan pertanian dampak el nino plus puncak kemarau.
‘’Untuk wilayah Magetan, ada 140 ton beras untuk penjaminan penyediaan stok pangan,’’ kata Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo Aan Sugiarto kemarin (22/8).
Aan menyampaikan, penjaminan penyediaan stok pangan dilakukan lewat penyerapan gabah dan beras secara maksimal dari petani lokal. Terutama pada masa panen raya pada Maret hingga Juni tahun ini.
‘’Stok beras itu mampu memenuhi kebutuhan hingga Desember,’’ ujarnya.
Aan menuturkan, dampak el nino juga akan diantisipasi dengan stabilisasi pasokan dan harga pangan. Serta, memberikan bantuan pangan.
"Antisipasi ketahanan pangan telah disiapkan, tidak perlu lagi impor beras khususnya tiga daerah kami (Magetan, Ponorogo, dan Pacitan),’’ ungkapnya.
Disinggung soal harga, Aan mengungkapkan bahwa bulan ini belum ada kenaikan harga beras bulog. Itu merujuk ketetapan badan pangan nasional (bapanas).
‘’Tapi, kenaikan harga sempat terjadi beberapa bulan lalu,’’ ungkapnya sembari menyebut kenaikan harga terjadi pada komoditas gabah kering panen (GKP) yang sebelumnya Rp 6.500 kini menjadi Rp 6.700 per kilogram. (ril/den)
Editor : Budhi Prasetya