MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Gunung Lawu belum usai. Meski kondisi terakhir jumlah titik api berkurang.
Ratusan relawan dan personel gabungan diterjunkan ke lapangan. Upaya pemadaman dan pemantauan karhutla di kawasan Gunung Lawu terus dilakukan.
"Jumlah titik api sudah berkurang," kata Kepala Operasi Satgas Karhutla BKPH Lawu Selatan Letkol Inf. Dani Indrajaya di posko penanganan di Kantor Desa Ngiliran, Panekan, kemarin (3/10).
Dani menyampaikan, pukul 07.00 WIB kemarin masih ada tujuh titik api. Sore harinya, diketahui tinggal satu titik api.
"Mudah-mudahan satu titik api di petak 51A masuk wilayah Desa Jabung itu dapat teratasi, saat ini dalam upaya dipadamkan," ujar Dandim 0804/Magetan itu.
Merujuk kondisi saat ini, Dani mengklaim wilayah BKPH Lawu Selatan belum berstatus darurat karhutla.
Disinggung soal water bombing, dia menyampaikan bahwa hal itu perlu melihat situasi dan dinamika lapangan.
"Saat titik api merembet ke mana-mana, akan dilakukan tindakan selanjutnya,’’ ungkapnya.
Sejumlah upaya penanganan karhutla telah dilakukan. Seperti pembuatan sekat bakar alias ilaran mencapai 6.769 meter.
"Yang perlu diwaspadai kawasan perbatasan Magetan karena banyak pohon pinus yang mudah merembet saat terbakar," ujarnya.
Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan menambahkan, sebanyak 420 personel dari Masyarakat, relawan, TNI-Polri, dan BPBD setempat terus berusaha memadamkan api.
Pembuatan ilaran, lanjut dia, juga tetap dilakukan. Selain upaya-upaya pencegahan lainnya.
“Supaya api tidak melewati wilayah kampung atau hutan yang dilindungi,’’ kata Ridwan.
Asper BKPH Lawu Selatan Windu Prasitama menuturkan, hingga saat ini pihaknya belum bisa menaksir luas lahan terbakar di Magetan. Pemantauan titik api dan upaya pemadaman lebih didahulukan.
“Luas yang terbakar akan disampaikan saat sudah padam semua,’’ ujar Windu. (ril/den)
Editor : Budhi Prasetya