MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Hak pendidikan bagi Kembang (bukan nama asli), korban tindak kekerasan seksual, tak boleh hilang.
Siswi kelas VII SMP yang jadi korban ulah bejat ayah tirinya itu harus tetap bersekolah. Hal itu menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga, (Dindikpora) Magetan
"Mengenai hal ini, jangan sampai ada istilah putus sekolah,’’ kata Kepala Dindikpora Magetan Suwata, kemarin (1/11).
Suwata menyampaikan, Kembang perlu menyelesaikan masalah yang tengah dialami saat ini. Pun, kondisi kesehatannya saat ini juga belum memungkinkan untuk bersekolah.
Artinya, tidak memungkinkan menempuh pendidikan secara tatap muka. Kendati demikian, dia menekankan bahwa proses pendidikan akan terus berlanjut.
"Akan ada pendampingan, pembelajaran bisa dengan modul atau aplikasi secara daring,’’ ungkapnya.
Berbagai upaya bakal dilakukan agar pendidikan bagi Kembang tetap berjalan. Suwata menuturkan, pihaknya bakal memberikan perhatian melalui kunjungan guru.
"Guru yang berkunjung bergantian sambil melakukan pemantauan,’’ ujarnya.
Diketahui, Kembang merupakan korban nafsu bejat ayah tirinya. Remaja 14 tahun asal Kecamatan Karangrejo itu kini hamil empat bulan. Sementara si ayah tiri sudah diringkus polisi.
Diberitakan sebelumnya, nasib malang yang menimpa Kembang pertama kali diketahui oleh pihak sekola tempatnya menempuh pendidikan.
Sejumlah guru mendapati gerak-gerik Kembang tak seperti siswa pada umumnya. Kecurigaan pihak sekolah itu kemudian dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.
"Diketahui hamil setelah diperiksakan ke puskesmas,’’ ungkap Camat Karangrejo Secondany Budi Wirawan, Senin (30/10) lalu.
Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Magetan juga menaruh perhatian serius kepada Kembang.
Kepala DPPKBPPPA Magetan Furiana Kartini mengungkapkan jika pihaknya berupaya memulihkan kondisi korban.
Salah satunya berupa pendampingan psikis. Furi mengatakan, pihaknya akan mendatangkan psikolog dari Surabaya pekan ini.
"Kondisi janin dan korban dipastikan sehat,’’ ujar Furi, Selasa (31/10) lalu. (ril/den)
Editor : Budhi Prasetya