MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Desa Bogem, Kawedanan, berduyun-duyun memadati kebun tebu seluas 10 hektare di wilayah setempat, Minggu (15/7) pukul 10.00.
Pasalnya, kebun siap panen itu dilanda kebakaran hebat.
‘’Saya langsung ke lokasi membuat pembatas di kebun tebu, supaya kebakaran tidak semakin meluas,’’ ungkap Rusdi, ketua Gapoktan Subur Desa Bogem.
Lahan yang terbakar merupakan tanah bengkok kepala Desa Bogem yang disewakan kepada warga.
Luasnya sekitar 10 hektar.
‘’Belum diketahui penyebab pastinya,’’ kata Rusdi.
Para petugas damkar bergegas datang tak lama usai dilapori warga.
Situasi semakin memburuk karena angin kencang dan suhu udara yang panas.
Pemilik kebun terpaksa mengambil langkah untuk meminimalkan kerugian.
Yakni dengan mendatangkan para buruh tebang tebu untuk memanen lebih dulu tanaman yang sudah siap panen.
‘’Biar tidak rugi,’’ kata Rusdi.
Petugas Satpol PP dan Damkar Magetan Dovi Saputra mengatakan, pihaknya mengambil sejumlah langkah guna menjinakkan si jago merah.
Yang paling pertama dilakukan petugas sebelum menyemprotkan air adalah memotong titik api agar tidak menjalar lebih luas.
‘’Alhamdulillah, setelah lebih dari dua jam, kebakaran berhasil kami kendalikan,’’ ujar Dovi. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani