MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sri Fauzi sedang apes. Uang tabungannya terkuras lantaran tergiur harga murah minyak goreng (migor) yang ditawakan di media sosial (medsos).
Ibu rumah tangga (IRT) berumur 62 tahun itu mengaku tertipu iklan migor dengan banderol harga miring yang dijual di Facebook.
Emak-emak warga Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran tersebut lantas melaporkan apa yang dialaminya itu ke Polres Magetan pada Minggu (8/12) lalu.
Nisya, anak korban sempat membeberkan bagaimana ibunya tergiur iklan migor murah tersebut hingga akhirnya menjadi korban penipuan.
Setelah merasa tertarik untuk membeli migor yang harganya di bawah pasaran itu, Sri lantas diarahkan untuk melanjutkan komunikasi via pesan WhatsApp (WA).
"Dalam chat WA, ibu saya diarahkan untuk mengunduh aplikasi e commerce dan diminta mengisi saldo pulsa mengendap,” ucapnya.
"Pelaku bahkan memberikan tata cara panduannya atau mengarahkan ibu saya,’’ ujar Nisya saat ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Magetan.
Dirinya mengungkapkan, sesuai iklan di medsos itu, satu dus migor dibanderol Rp 195 ribu. Lantas, ibunya memesan 10 dus untuk kemudian dibagikan saat Ramadan.
"Seharusnya membayar Rp 1.950.000 tapi justru pelaku menyedot hingga dua kali lipatnya dari total harga yang semestinya dibayar,’’ ungkapnya.
Dia menduga ibunya telah menjadi korban phising. Karena akun e-commerce miliknya dibajak. Selain itu, pelaku juga sempat menjanjikan bisa menggandakan uang dan pengembalian saldo.
"Ibu saya sempat diminta untuk membuka rekening tambahan sebagai syarat penarikan dana,’’ katanya.
Sekalipun kasus ini diyakini sulit terungkap, Nisya berharap setidaknya apa yang telah dialami keluarganya bisa menjadi pelajaran orang lain.
"Kami berharap polisi serius menangani kasus ini dan masyarakat yang mengalami kejadian serupa mau dan berani melaporkannya ke pihak berwajib,’’ tutur perempuan 33 tahun itu. (ril/her)
Editor : Budhi Prasetya