Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Satu Lagi Kades di Magetan Dituntut Mudur, Dinilai Terlalu Arogan dan Kerap Persulit Warga, Fenomena Trust Issue?

Aprilita Sari • Jumat, 10 Januari 2025 | 20:30 WIB
DEMO: Puluhan warga Desa Mategal, Kecamatan Parang,Magetan mendesak mundur Sugiono dari jabatan kades, Kamis 9 Januaari 2025.
DEMO: Puluhan warga Desa Mategal, Kecamatan Parang,Magetan mendesak mundur Sugiono dari jabatan kades, Kamis 9 Januaari 2025.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Aksi warga menuntut mundur kepala desa agaknya lagi marak terjadi di Magetan.

Dua hari belakangan, sudah ada dua kali aksi menuntut mundur kepala desa (kades) yang dilakukan oleh warga.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Malang, Kecamatan Maospati melakukan aksi di depan kantor desa setempat pada hari Rabu 8 Januari 2025.

Mereka menuntut Sumali, Kades Malang, mundur dari jabatannya lantaran dinilai arogran dalam pengelolaan keuangan dan pelaksanaan proyek pembanunan desa.

Berselang satu hari, aksi serupa dilakukan oleh warga Desa Mategal, Kecamatan Parang,Magetan hari Kamis 9 Januari 2025.

Sugiono dituntut mundur dari jabatannya sebagai Kades Mategal dalam aksi warga di balai desa setempat.

Sugino dianggap gagal menjalankan tugasnya dengan baik selama menjabat. Seperti buruknya pelayanan publik hingga dugaan penyalahgunaan pengelolaan anggaran pemerintah desa (pemdes).

’’Kades Mategal saat ini bersikap arogan dan kerap mempersulit urusan masyarakat. Selain itu, ada dugaan penyalahgunaan wewenang,’’ kata Khoiri, koordinator aksi.

Massa juga sempat menyinggung soal pembangunan desa yang dinilai tidak tepat sasaran dan perencanaan.

Seperti perbaikan jalan di RT 11, padahal kondisinya masih layak. Sementara, jalan rusak dan irigasi yang dianggap sebagai pemicu banjir justru tak masuk dalam proses pembangunan desa.

Kondisi itu diperparah dengan minimnya transparansi penggunaan anggaran desa dan pengelolaan modal BUMDes.

’’Ada belasan poin tuntutan yang kami sampaikan,’’ ujar Khoiri.

Perwakilan warga sempat ditemui dan dimediasi oleh Camat Parang Mujain, Danramil Kapten Inf Priadi, dan Kapolsek Parang AKP Sukarno.

Namun, warga desa yang melakukan aksi di Balai Desa Mategal bersikukuh agar tuntutan mereka diakomodir.

Sementara itu, Kades Mategal Sugiono berjanji akan memperbaiki kinerjanya sesuai dengan tuntutan warga.

Dirinya juga siap mengundurkan diri seandainya memang ditemukan pelanggaran tentang pengelolaan anggaran desa oleh Inspektorat.

’’Ke depan, saya akan lebih transparan dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta masyarakat dalam setiap pembangunan,’’ katanya. (ril/her)

Editor : Budhi Prasetya
#kades #pembangunan desa #magetan #mundur #arogan