MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Koloni tawon endas meneror warga Desa Jonggrang, Kecamatan Barat.
Satu orang dilaporkan meninggal akibat sengatan tawon endas yang memiliki nama latin Vespa affinis itu pada Selasa siang 4 Februari 2025 lalu.
Malam hari pascakejadian tragis tersebut, petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Magetan langsung melakukan proses evakuasi sarang serangga yang dimaksud.
Sudarsono, Anggota TRC BPBD Magetan, menyebut tindakan itu merespon laporan warga.
’’Kami dapat laporan siang. Tetapi, tidak mungkin evakuasi dilakukan saat itu juga. Karena (sifat) masih liar. Sehingga, evakuasi mesti dilakukan pada malam hari,’’ terangnya.
Sudarsono mengatakan evakuasi sarang tawon Vespa affinis berdiameter 40 sentimeter itu dilakukan dengan cara dibakar.
Peronel TRC BPBD setempat yang menjalankan tugas itu mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap untuk mengantisipasi serangan lebah.
"Tidak mudah dalam proses evakuasinya. Sebab, sarang berada di antara ranting-ranting pohon melinjo yang cukup tinggi,’’ ungkapnya.
Menurutnya, kasus kematian akibat sengatan tawon Vespa affinis di Magetan itu bukan kali pertama.
Sejak 2022, sedikitnya ada 4–5 orang meninggal akibat serangan tawon yang mempunyai ciri “cincin” berwarna oranye di bagian ekornya tersebut.
’’Jenis tawon ini memang berbahaya. Karena jika sudah terusik pasti menyerang,’’ jelas Sudarsono.
Suroso, warga setempat, mengaku yang menjadi korban sengatan serangga terbang itu adalah kakaknya, Lestari Widodo.
Korban disengat saat sedang membersihkan dedaunan yang rontok di bawah pohon melinjo.
’’Bagian badan dan tangan yang disengat. Sempat diolesi minyak, tetapi kakak saya mengeluh badannya panas," ceritanya.
"Kami bawa ke rumah sakit. Ternyata dalam perjalanan sudah meninggal dunia,’’ tambah Suroso dengan nada sedih. (ril/her)
Editor : Budhi Prasetya