MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pengembangan Puskesmas Panekan tahun ini masih simpang siur. Sekalipun sudah dianggarkan, kelanjutan pembangunan puskesmas tersebut berpotensi terdampak refocusing.
Namun demikian, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan, dr. Rohmat Hidayat, menegaskan bahwa proyek ini masih menjadi prioritas, terutama karena rencana peningkatan status menjadi Rumah Sakit Tipe D. ’’Saat ini pembangunan fisik sudah berjalan, tapi belum selesai. Tahun ini, direncanakan kelanjutannya agar bisa segera beroperasi,’’ ujarnya, Minggu (16/2/2025).
Selain penyelesaian fisik, pengadaan sarana dan prasarana (sarpras) serta alat kesehatan juga harus dipenuhi. Usulan anggarannya telah diajukan untuk tahun ini atau 2026. ’’Targetnya, pada 2026 nanti sudah bisa mengurus perizinan,’’ tambahnya.
Namun, ada kekhawatiran proyek ini terkena dampak refocusing anggaran sesuai Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025 tentang efisiensi anggaran. Mengingat pembangunan RS Panekan bergantung pada dana transfer dari pusat, ada kemungkinan anggaran terkena pemangkasan.
’’Kami berharap proyek ini tetap menjadi prioritas daerah. Tahun ini sudah dianggarkan Rp 14 miliar untuk penyelesaian fisik. Jika tidak ada hambatan, pembangunan akan selesai sesuai target,’’ pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto